SELAMAT DATANG Dr. JEFRI SITORUS, M.Kes semoga sukses memimpin KKP Kelas I Medan------------------------ Kami Mengabdikan diri Bagi Nusa dan Bangsa untuk memutus mata rantai penularan penyakit Antar Negara di Pintu Masuk Negara (Pelabuhan Laut, Bandar Udara dan Pos Lintas Batas Darat=PLBD) ------

Disease Outbreak News

Friday, August 28, 2009

Flu Babi Sudah Tulari Unggas

Jumat, 28 Agustus 2009 | 14:47 WIB

LONDON, KOMPAS.com -

Bukan main flu H1N1 alias flu babi ini! Soalnya, seturut temuan di Cile, flu babi bahkan sudah menulari unggas. Seturut catatan BBC pada Jumat (28/8), kekhawatiran makin merebak pasca kejadian itu. Soalnya, diduga, virus yang sudah menulari unggas tersebut malah makin berbahaya. Sebelumnya virus menular dari manusia ke babi. Meski demikian, flu babi tetap lebih berbahaya dari flu biasa.

Aman dimakan

Pemerintah Cile pertama kali melaporkan insiden penularan ini minggu lalu. Dua daerah peternakan unggas jenis kalkun tertular dekat kota pelabuhan Valparaiso.

Juan Lubroth, pejabat kepala kehewanan pada lembaga PBB untuk Pangan dan Pertanian (FAO), mengatakan, "Sekali unggas yang sakit pulih, produksi dan proses pengolahan unggas bisa dilanjutkan. Ini tidak mengancam penyediaan pasokan makanan."

Pemerintah Cile memberlakukan karantina sementara dan memutuskan membiarkan unggas yang terinfeksi pulih dengan sendirinya tapi tidak dimusnahkan. Muncul pendapat insiden ini menunjukkan adanya "tularan" dari pekerja peternakan yang sakit pada ayam kalkun tersebut.

Kanada, Argentina, dan Australia sebelumnya melaporkan meluasnya penyebaran virus H1N1 dari pekerja peternakan terhadap ternak babinya.

Jenis berbahaya

Munculnya situasi darurat akibat adanya jenis virus baru yang berbahaya sampai kini masih bersifat teoritis. Jenis virus yang berbeda bisa bercampur dalam sebuah proses yang disebut pemilahan atau rekombinasi genetis. Sejauh ini tidak ada kasus flu burung H5N1 pada unggas di Cile.

Meski demikian Lubroth mengatakan,"Di Asia Tenggara ada banyak jenis virus (H5N1) yang berada di sekeliling peternakan. Munculnya virus jenis H1N1 pada peternakan semacam ini akan menimbulkan kekhawatiran lebih dalam."

Colin Butter dari Institute Kesehatan Hewan Inggris berpendapat serupa. "Harapan kita, ini hanya merupakan kasus langka dan kita harus terus memonitor apa yang terjadi berikutnya."

Sumber :Kompas OL

Tambahan 28 Kasus Baru Positif Influenza A H1N1

25 Aug 2009

Hari ini ( 25/08/09 ) Badan Litbangkes Depkes melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 28 orang, 1 orang diantaranya meninggal dunia. Ia adalah seorang anak dari Jawa Timur meninggal dengan faktor risiko pneumonia dan hasil laboratorium menunjukkan H1N1 positif. Dengan demikian secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 berjumlah 1.033 orang, 6 orang diantaranya meninggal tersebar di 24 provinsi kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes.

Prof. Tjandra menjelaskan, penyakit influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah. Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar yakni makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan mencuci tangan pakai sabun. Selain itu, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra.

Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.
Sumber : Depkes OL

Tuesday, August 25, 2009

Flu Babi : Pasien Meninggal Mahasiswa Kedokteran Hewan Unair

Surabaya - Pasien positif flu babi berinisial IN (20) meninggal di RSU Soetomo Surabaya pagi tadi merupakan mahasiswa kedokteran hewan Universitas Airlangga angkatan 2007.

" Dia sedang KKL (Kuliah Kerja Lapangan) 1 bulan lalu di Bondowoso dan sempat dirawat di RS Tuban," kata Wakil Dekan I Bidang Akademik FKH Unair Anwar Makruf kepada wartawan saat dihubungi, Selasa (25/8/2009).

IN masuk ke RSU dr Soetomo 21 Agustus 2009 setelah mendapat rujukan dari RS di Tuban.

Sementara Wakil Direktur Pelayanan Medik RSU dr Soetomo Surabaya, dr Urip Murtedjo SpB-KL bahwa pasien datang dalam kondisi peneumonia bilateral berat atau dua paru-parunya sudah memutih.

"Sebenarnya angka kematian A-H1N1 rendah, hanya 0,4%. Tapi jika datang dalam kondisi berat, ya sulit diobati," tambahnya.

Penyakit ini tidak akan menjadi berat bila tidak memiliki penyakit lain yang diidap. Seperti kanker, diabetes, stroke, hipertensi, darah tinggi dan jantung.

(fat/fat) Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

Monday, August 24, 2009

Pasien Positif Influenza A H1N1 Tambah 57 Kasus

24 Aug 2009

Badan Litbangkes Depkes tanggal 23 Agustus 2009 melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 57 orang, 1 orang diantaranya meninggal dunia. Ia adalah seorang pria 21 tahun dari Jawa Barat meninggal dengan gangguan pernapasan berat dan hasil laboratorium menunjukkan H1N1 positif. Dengan demikian secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 berjumlah 1.005 orang tersebar di 24 provinsi kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes.

Prof. Tjandra menjelaskan, penyakit influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah.

Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar yakni makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan mencuci tangan pakai sabun. Selain itu, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra.
Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra
Sumber : Depkes OL

Friday, August 21, 2009

Tambahan 18 Kasus Baru Positif Influenza A H1N1

21 Aug 2009

Pada tanggal 20 Agustus 2009, Badan Litbangkes Depkes melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 18 orang. Dengan demikian secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 berjumlah 948 orang tersebar di 24 provinsi kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes.
selengkapnya...

Thursday, August 20, 2009

Pandemic (H1N1) 2009 - update 62

Laboratory-confirmed cases of pandemic (H1N1) 2009 as officially reported to WHO by States Parties to the IHR (2005) as of 13 August 2009

The countries and overseas territories/communities that have newly reported their first pandemic (H1N1) 2009 confirmed case(s) since the last web update (No. 61) as of 13 August 2009 are:

Ghana, Zambia, and Tuvalu

Map of affected countries and deaths as of 13 August 2009 [png 313kb]

*Given that countries are no longer required to test and report individual cases, the number of cases reported actually understates the real number of cases.

Qualitative indicators (Week 31: 27 July - 2 August 2009 and Week 32: 3 August - 9 August 2009)

The qualitative indicators monitor: the global geographic spread of influenza, trends in acute respiratory diseases, the intensity of respiratory disease activity, and the impact of the pandemic on health-care services.

Source: WHO

Kumulatif Kasus Positif Influenza A H1N1 930 Kasus


19 Aug 2009


Badan Litbangkes Depkes tanggal 18 Agustus 2009, melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 22 orang. Dengan demikian secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 berjumlah 930 orang, tersebar di 24 provinsi kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes.

Prof. Tjandra menjelaskan, penyakit influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah. Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tetap sehat yakni makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra.

Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.
Sumber : Depkes OL

Tuesday, August 18, 2009

Malaysia : A(H1N1) National health emergency declared

SEBERANG PERAI (Aug 17, 2009): The federal government has declared a health emergency in Malaysia due to the A(H1N1) outbreak which has so far taken 64 lives, and a health curfew similar to the week-long shutdown of non-essential services and industries in Mexico has not been discounted.

Health Minister Datuk Seri Liow Tiong Lai however said any curfew can only be considered if the virus mortality rate of those infected breach 0.4%, and even then, it has to be decided by the National Security Council.

However, he said the character of the virus remained unchanged for now as it is still attacking the high-risk group.

Mexico, which was the first and hardest hit by the A(H1N1) pandemic had ordered a shutdown of businesses and public places, including dancing halls, bars, sports centre, arts centres, cinemas and parks, for a week from May 1 to contain the spread. Restaurants were allowed to open, but only serve take-away food.

"We are discussing in-depth the health curfew move that was taken in Mexico," said Liow, adding that the Health Ministry was monitoring the infection and mortality cases and the proliferation of the disease daily.

For now, the government wants the public to do their part to contain the outbreak by wearing masks if they have influenza-like illnesses (ILI) and to practice self-quarantine.

Those having ILI symptoms and found not wearing the mask in public can be charged under Section 12(1) the Prevention and Control of Infectious Diseases Act 1988, which carries a compound fine of RM10,000 or two-year jail term, Liow said.

In line with the declaration of health emergency, the Domestic Trade, Co-operatives And Consumerism Ministry will fix the ceiling prices for various types of masks and an announcement will be made soon.

Deputy Prime Minister Tan Sri Muhyiddin Yassin, who was wearing a face-mask at the Permatang Pasir state by-election nomination centre today, said the face mask can be listed as a controlled item under the Price Control Act on grounds of necessity and health for about a year.

He said this after Liow, who was also present, reported to him that the masks were being sold for as much as RM5 each by unscrupulous traders.

To date, the country has registered a total of 4,225 cases of people infected with A(H1N1) virus, most of whom have already been treated.

There have been 64 deaths, including a 7-month old boy who died on Aug 15 and a 74-year old woman who succumbed on Aug 12, he added.

Later, speaking to reporters after launching the Asia Healthcare 2009 Conference, Liow said the ministry has directed all private and government doctors to prescribe anti-viral drugs for patients who suffer from fever longer than two days and influenza-like illness with co-morbid condition.

He said this is because late anti-viral treatment was one of the reasons for a number of deaths and the ministry did not want patients to wait for test results before receiving the treatment.

Liow also disclosed that the government healthcare sector is facing a serious shortage of manpower.

He said as of June 30, there were 240,236 vacancies for doctors approved by the Public Services Department but only 13,902 (57.4%) positions were filled; 2,549 for dentists but only 1,442 (66.6%) filled; 4,030 for pharmacists but 2,086 (47.1%) filled; and 44,897 for staff nurses but 39,263 filled.

Source : thesundaily.com Himanshu Bhatt

Pertambahan Kasus-Kasus Positif Influenza H1N1 Indonesia

Kasus Positif Influenza A H1N1 Tambah Lagi 36 Orang

18 Aug 2009

Tanggal 17 Agustus 2009, Badan Litbangkes Depkes melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 36 orang. Dengan demikian secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 berjumlah 908 orang, tersebar di 24 provinsi kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes.
selengkapnya...
Secara Kumulatif Kasus Positif Influenza A H1N1 Mencapai 872 Orang

17 Aug 2009

Badan Litbangkes Depkes tanggal 16 Agustus 2009, melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 18 orang, 1 orang diantaranya meninggal, pasien ini memiliki gangguan kesehatan dan hasil laboratorium menunjukkan H1N1. Dengan tambahan kasus baru tersebut secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 berjumlah 872 orang, 4 orang diantaranya meninggal, kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes.
selengkapnya...

Sunday, August 16, 2009

Secara kumulatif Kasus Positif Influenza A H1N1 Mencapai 854 Orang


Print E-mail
16 Aug 2009
Badan Litbangkes Depkes tanggal 14 Agustus 2009, melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 16 orang. Dengan tambahan kasus baru tersebut secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 berjumlah 854 orang, kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes.

Prof. Tjandra menjelaskan, penyakit influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah.

Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tetap sehat yakni makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra. Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Sumber : Depkes RI

Dinkes Medan selidiki penyakit aneh


Warta - Warta Fokus
RIDIN
WASPADA ONLINE

MEDAN – Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Medan, Edwin Effendy, mengatakan, pihaknya segera akan melakukan penyelidikan terhadap penyakit aneh yang menimpa masyarakat.

“Dari laporan 39 puskesmas dan 61 puskesmas pembantu di kota Medan, penyakit aneh itu diawali demam tinggi, 3 sampai 7 hari. Setelah mengkonsumsi obat penurun panas penyakit itupun sembuh,” katanya kepada Waspada Online, siang ini.

Anehnya, kata Edwin, penyakit itu diperkirakan dapat menular, sebab dari pasien yang datang memeriksakan diri didampingi keluarga, selalu anggota keluarga itu juga ikut terserang, bahkan para tetangga.

“Memang kita sudah menerima laporan dari tiap unit. Itu kita terima dari temuan dilapangan. Ada yang menyatakan sudah ada, ada yang menyatakan belum,” tuturnya.

Bila dilihat gejalanya dari beberapa pasien, sebut Edwin, mirip dengan gejala pada penderita Infeksi Saluran Penafasan Akut (ISPA), dan gejala pada pasien suspect flu babi. “Itu hanya baru sebatas asumsi, dan belum ada hasil diagnosis yang dapat mendukung dugaan itu,” ujarnya.

Edwin meyakini, wabah demam tinggi yang menyerang warga kota Medan, terjadi sebagai dampak negatif perubahan iklim. Ditambah lagi persoalan tingginya tingkat polusi yang timbul akibat kebakaran hutan, dan asap kendaraan bermotor.

Sebagai antisipasi, tambah Edwin, masyarakat disarankan untuk memperbanyak mengkonsumsi air putih, hidup teratur dan bersih, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Ini baru gejalannya. Kita belum dapat memastikan kejadian itu. Dan tidak bisa dikaitkan dengan flu babi,” tegasnya.

Berita terkait : Medan terserang penyakit aneh


(dat04/wol-mdn)

Thursday, August 13, 2009

Tambahan 15 Kasus Baru Positif Influenza A H1N1

13 Aug 2009

Badan Litbangkes Depkes tanggal 12 Agustus 2009, melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 15 orang terdiri dari 4 laki-laki dan 11 perempuan, semuanya WNI. Satu orang mempunyai riwayat perjalanan ke Meksiko, sepuluh orang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dan empat orang lagi tidak jelas perjalanannya, kata Prof. dr. Agus Purwadianto, SH. Sp. FK, Kepala Badan Litbangkes Depkes.

Tambahan kasus baru berasal dari 5 provinsi yaitu : Banten (4 orang), DKI Jakarta (6 orang), Jawa Barat (3 orang), Kalimantan Selatan (1 orang) dan Sumatera Utara (1 orang)

Sementara itu Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes menambahkan, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 sampai 12 Agustus berjumlah 838 orang terdiri dari 463 laki-laki dan 375 perempuan ( 3 orang meninggal dunia ), tersebar di 23 provinsi.

Prof. Tjandra menjelaskan, sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO (11/06/2009), di seluruh dunia sampai 4 Agustus 2009 sudah 168 negara yang melaporkan kasus influenza A H1N1 dengan 162.380 kasus positif, 1.154 diantaranya meninggal dunia (CFR = 0.71%). Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah.

Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tetap sehat yaitu makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra.

Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.

Sumber: http://www.depkes.go.id

Pandemic (H1N1) 2009 - update 61

Laboratory-confirmed cases of pandemic (H1N1) 2009 as officially reported to WHO by States Parties to the IHR (2005) as of 6 August 2009

The countries and overseas territories/communities that have newly reported their first pandemic (H1N1) 2009 confirmed case(s) since the last web update (No. 60) as of 6 August 2009 are:

Timore-Leste, Pakistan, Kirabati, Maldives, French Guiana, Falkland Islands (UKOT), Wallis and Futuna (FOC)

MAP of affected countries and deaths as of 6 August 2009 [png 131kb]

*Given that countries are no longer required to test and report individual cases, the number of cases reported actually understates the real number of cases.

Qualitative indicators (as of Week 30: 20 July - 26 July 2009 and Week 31: 27 July - 2 August 2009)

As a part of WHO ongoing efforts to monitor the pandemic, qualitative indicators were developed to accommodate several types of data sources. Using these indicators, countries at different stages of the pandemic can participate in the monitoring effort, regardless of their surveillance and laboratory capacity. The qualitative indicators monitor: the global geographic spread of influenza, trends in acute respiratory diseases, the intensity of respiratory disease activity, and the impact of the pandemic on health-care services.

Source : WHO

Wednesday, August 12, 2009

Sebelas Kasus Baru Positif Influenza A H1N1


Print E-mail
12 Aug 2009
Tanggal 11 Agustus 2009, Badan Litbangkes Depkes melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 11 orang terdiri dari 3 laki-laki dan 8 perempuan, semuanya WNI. Dua orang mempunyai riwayat perjalanan ke Korea, tujuah orang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dan dua orang lagi tidak jelas perjalanannya, kata Prof. dr. Agus Purwadianto, SH. Sp. FK, Kepala Badan Litbangkes Depkes.


Tambahan kasus baru berasal dari 7 provinsi yaitu : Bali (2 orang), Banten.(1 orang), DKI Jakarta (2 orang), Jawa Barat (1 orang), Jawa Tengah (2 orang), Jawa Timur (1 orang) dan Yogyakarta (2 orang).

Sementara itu Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes menambahkan, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 sampai 11 Agustus berjumlah 823 orang terdiri dari 459 laki-laki dan 364 perempuan ( 3 orang meninggal dunia ), tersebar di 23 provinsi.

Prof. Tjandra menjelaskan, sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO (11/06/2009), di seluruh dunia sampai 4 Agustus 2009 sudah 168 negara yang melaporkan kasus influenza A H1N1 dengan 162.380 kasus positif, 1.154 diantaranya meninggal dunia (CFR = 0.71). Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah.

Sumber : Depkes Online

Plague in China

11 August 2009 -- On 1 August, the Ministry of Health (MoH), China reported a cluster outbreak of pulmonary plague cases in the remote town of Ziketan, Qinghai province. The first case was a 32 year old male herdsman, who developed fever and hemoptysis on 26 July. He was referred to a hospital but died en route, and was buried the following day. On 30 July, 11 people who had close contact with the case (mainly relatives who attended the funeral) developed fever and cough, and were all hospitalized. On 1 August, specimens taken from all these 12 people, including the 1st case, tested positive for plague.

On 2 August both the 64 year old father-in-law of the first case and a 37 year old male neighbour of the first case (who helped to bury the corpse) also died. Of the remaining 9 cases, 1 is in critical condition, 1 had acute symptoms of fever and cough, and 7 are in stable condition.

As of August 6, the local health authority has isolated 332 close contacts for further medical observation, and implemented traffic control around affected area. Experts on both disease prevention & control and clinical management have been dispatched to Qinghai province. Protective clothes, X-ray machines and other medical equipment have been sent to the affected area. Prevention guidance pamphlets have also been disseminated.

According to the epidemiological investigation, the source of this outbreak was a wild marmot, which had contact with the dog of the index case. Ziketan is in an area of natural plague bacteria circulation amongst animals and at the present time it is the active season for plague transmission amongst animals. No drug resistance of the bacterium has been found so far and the 3 death cases have been attributed largely to delayed treatment.

China has established a national surveillance network for plague, and has prepared necessary supplies in high-risk areas. After this outbreak, special funds, supplies and experts were quickly dispatched to the affected area.

Source : WHO

Tuesday, August 11, 2009

Tambahan 41 Kasus Baru Positif Influenza A H1N1


11 Aug 2009


Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Depkes pada tanggal 10 Agustus 2009 melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 41 orang terdiri dari 31 laki-laki dan 10 perempuan. Dari 41 orang tersebut, 36 diantaranya WNI dan 5 WNA (Chekozolvakia, Korea, New Zealand, Philipina dan Polandia) kata Prof. dr. Agus Purwadianto, SH. Sp. FK, Kepala Badan Litbangkes Depkes.

Dijelaskan, tambahan kasus baru berasal dari 9 provinsi yaitu : DKI Jakarta (19 orang), Jawa Timur (1 orang), Jawa Barat (4 orang), Bali (12 orang), Banten (1 orang), NAD (1 orang), Sulawesi Tengah (1 orang), Sulawesi Selatan (1 orang), dan DIY (1 orang).

Sementara itu Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS menambahkan, sudah 23 provinsi ditemukan kasus positif influenza A H1N1. Jumlah kumulatif kasus positif influenza A H1N1 sampai tanggal 10 Agustus 2009 berjumlah 812 orang terdiri dari 456 laki-laki dan 356 perempuan serta 3 orang diantaranya meninggal dunia.

Sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO (11/06/2009), di seluruh dunia sampai 4 Agustus 2009 dari 168 negara yang melaporkan kasus influenza A H1N1 tercatat 162.380 kasus orang positif, 1.154 diantaranya meninggal dunia (CFR = 0.71). Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun bisa dicegah.
Masyarakat mempunyai andil besar dalam mencegah penularannya yaitu dengan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra.

Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.

Sumber : Depkes RI OL

Tambahan 80 Kasus Positif Influenza A H1N1


Print E-mail
10 Aug 2009

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Depkes pada tanggal 9 Agustus 2009 melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 80 orang terdiri dari 32 laki-laki dan 48 perempuan, semuanya berkewarganegaraan Indonesia, kata Prof. dr. Agus Purwadianto, SH. Sp. FK, Kepala Badan Litbangkes Depkes.

Dijelaskan, tambahan kasus baru berasal dari 7 provinsi yaitu : Jawa Tengah (22 orang), Jawa Timur (43 orang), Kalimantan Barat (2 orang), Lampung (2 orang), NADI (2 orang), dan Riau (1 orang).

Sementara itu Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes menambahkan, sampai saat ini sudah 22 provinsi yang mempunyai kasus positif influenza A H1N1.

Secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 sampai 9 Agustus berjumlah 771 orang terdiri dari 425 laki-laki dan 346 perempuan serta 3 orang diantaranya meninggal dunia. Rinciannya, DKI Jakarta: 245 orang, Bali: 40 orang, Banten: 115 orang, Jawa Barat: 65 orang, Jawa Timur: 109 orang, Jawa Tengah: 35 orang, Sumatera Utara: 18 orang, Sumatera Selatan: 2 orang, Kepulauan Riau: 5 orang, Yogyakarta: 14 orang, Kalimantan Timur: 10 orang, Sulawesi Utara: 8 orang, Kalimantan Selatan: 36 orang, Sulawesi Selatan: 4 orang, Jambi: 1 orang, Riau: 24 orang, Kalimantan Tengah: 3 orang, Lampung: 28 orang, Kalimantan Barat: 3 orang, NTB: 1 orang, NTT: 1 orang dan NAD 2 orang.

Sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO (11/06/2009), di seluruh dunia sampai 4 Agustus 2009 dari 168 negara yang melaporkan kasus influenza A H1N1 tercatat 162.380 kasus orang positif, 1.154 diantaranya meninggal dunia (CFR = 0.71). Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat, kata Prof. Tjandra.

Masyarakat mempunyai andil besar dalam mencegah penularannya yaitu dengan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra.

Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.

Sumber : Depkes OL

Saturday, August 8, 2009

Kasus Baru Positif Influenza A H1N1 Tanggal 6 Agustus 2009


Print E-mail
07 Aug 2009
Badan Litbangkes Depkes tanggal 6 Agustus 2009, melaporkan tambahan kasus baru positif influenza A H1N1 sebanyak 29 orang terdiri dari 13 laki-laki dan 16 perempuan. Sebanyak 27 orang adalah WNI dan 2 orang WNA, kata Prof. dr. Agus Purwadianto, SH. Sp. FK, Kepala Badan Lirbangkes Depkes.

Dijelaskan, tambahan kasus baru berasal dari 7 provinsi yaitu : Banten (1 orang), DKI Jakarta (3 orang), Jawa Barat (8 orang), Kepri (1 orang), Bali (1 orang), Riau (13 orang) dan Yogyakarta (2 orang).

Mereka yang mempunyai riwayat perjalanan ke luar negeri sebanyak 4 orang ( masing-masing 1 orang ke Amerika Serikat dan Malaysia dan 2 orang ), 21 orang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dan 4 orang tidak jelas riwayat perjalanannya.

Sementara itu Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes menambahkan, sampai saat ini sudah 21 provinsi yang mempunyai kasus positif influenza A H1N1, yaitu : Bali, Banten, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepri, Sulawesai Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, Lampung, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat.

Ditambahkan, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 sampai 6 Agustus berjumlah 691 orang terdiri dari 377 laki-laki dan 314 perempuan serta 3 orang diantaranya meninggal dunia. Rinciannya, DKI Jakarta : 245 orang, Bali : 40 orang, Banten : 115 orang, Jawa Barat : 65 orang, Jawa Timur : 66 orang, Jawa Tengah : 13 orang, Sumatera Utara : 11 orang, Sumatera Selatan : 1 orang, Kepulauan Riau : 5 orang, Yogyakarta : 14 orang, Kalimantan Timur : 10 orang, Sulawesi Utara : 8 orang, Kalimantan Selatan : 36 orang, Sulawesi Selatan : 4 orang, Jambi : 1 orang, Riau : 2 orang, KalimantanTengah :3 orang, Lampung : 28 orang, Kalimantan Barat :1 orang, NTB : 1 orang, NTT : 1 orang.

Thursday, August 6, 2009

Pandemic (H1N1) 2009 - update 60

Laboratory-confirmed cases of pandemic (H1N1) 2009 as officially reported to WHO by States Parties to the IHR (2005) as 31 July 2009

31 July 2009

As of 31 of July 2009, 168 countries and overseas territories/communities have reported at least one laboratory confirmed case of pandemic (H1N1) 09. All continents are affected by the pandemic.

The countries and overseas territories/communities that have newly reported their first pandemic (H1N1) 2009 confirmed case(s) since the last web update (27 July 2009) as of 31 July 2009 are:

Azerbaijan, Gabon, Grenada, Kazakhstan, Moldova, Monaco, Nauru, Swaziland, Suriname

*Given that countries are no longer required to test and report individual cases, the number of cases reported actually understates the real number of cases.

Source : WHO

Pertambahan Kasus-Kasus Positif Influenza H1N1 Indonesia

43 Tambahan Kasus Baru Influenza A H1N1

05 Aug 2009
Hari ini 05/08/09, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Depkes melaporkan tambahan kasus baru positif influenza A H1N1 sebanyak 43 orang terdiri dari 20 laki-laki dan 23 perempuan. Mereka berasal dari 9 provinsi : Banten (2 kasus), DKI Jakarta (17 kasus), Jawa Barat (3 kasus), Jawa Timur (1 kasus), Kalimantan Selatan (11 kasus), Kalimantan Timur (1 Kasus), Riau (6 kasus), Sulawesi Selatan (1 kasus) dan Sumatera Utara (1 kasus), kata Prof. dr. Agus Purwadianto, SH, Sp. FK, Kepala Badan Litbangkes.
selengkapnya...
Kasus Baru Positif Influenza A H1N1 dari Kalbar dan NTB

04 Aug 2009
Badan Litbangkes Depkes tanggal 3 Agustus 2009 melaporkan tambahan kasus baru positif influenza A H1N1 sebanyak 58 orang terdiri 36 laki-laki dan 22 perempuan. Mereka berasal dari 9 provinsi : Bali (2 kasus), Banten (8 kasus), DKI Jakarta (4 kasus), Jawa Timur (16 kasus), Kalimantan Barat (1 kasus), Kalimantan Selatan (10 kasus), Kalimantan Timur (4 kasus), Lampung (12 kasus), Riau (1 kasus) dan Nusa Tenggara Barat (1 kasus), ujar Prof. dr. Agus Purwadianto, SH, Sp.FK., Kepala Badan Litbangkes Depkes.
selengkapnya...

Travel Notices - CDC Travelers' Health

MANTAN-MANTAN KEPALA KKP MEDAN