SELAMAT DATANG Dr. JEFRI SITORUS, M.Kes semoga sukses memimpin KKP Kelas I Medan------------------------ Kami Mengabdikan diri Bagi Nusa dan Bangsa untuk memutus mata rantai penularan penyakit Antar Negara di Pintu Masuk Negara (Pelabuhan Laut, Bandar Udara dan Pos Lintas Batas Darat=PLBD) ------

Disease Outbreak News

Monday, June 2, 2008

Kasus AIDS : Sumut Peringkat 4



MEDAN - Provinsi Sumatera Utara berada di peringkat ke empat dalam daftar daerah yang memiliki jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak di Indonesia setelah Papua, DKI Jakarta dan Jawa Timur. Hingga April 2008 tercatat sebanyak 1.238 penderita HIV/AIDS di Sumut terdiri dari 503 HIV dan 735 AIDS.

Demikian dikatakan Kadis Kesehatan Sumut Dr. Candra Syafei, SpOG ketika membuka Seminar Narkoba, Seks Bebas dan Hubungannya dengan HIV/AIDS yang diselenggarakan Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) di gedung Dharma Wanita Dinas Kesehatan Kota Medan, Sabtu (31/5).

Menurut Candra, jumlah penderita HIV/AIDS didominasi laki-laki berusia 20-30 tahun dengan faktor risiko penularan terdiri dari narkoba/jarum suntik, hubungan seks tidak aman dan berganti-ganti pasangan serta transfusi darah.

"Perkembangan HIV/AIDS ini bagai fenomena gunung es, dimana jumlah yang terdeteksi lebih kecil dibanding kasus yang sebenarnya. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk pemberian obat secara gratis dan mensosialisasikan peningkatan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan," ujar Candra.

Sementara, Kadis Kesehatan Kota Medan Dr. Umar Zein, DTM&H, SpPD-KPTI yang tampil sebagai pembicara pertama pada seminar itu mengatakan, penularan HIV/AIDS tertinggi berasal dari pengguna narkotik suntik dan hubungan seks baik heteroseks maupun homoseks. Penularan HIV/AIDS melalui hubungan seks yang dilakukan dengan Wanita Pekerja Seks (WPS) mencapai 11 persen dan waria sebesar 33
persen.

"Berdasarkan estimasi, diperkirakan ada sekitar 11 ribu pengidap HIV/AIDS di Sumut. Penularan HIV/AIDS terbesar melalui penggunaan jarum suntik tidak steril di kalangan pecandu narkoba yang mencapai 60 persen. Setelah itu, penularan melalui hubungan seks, penularan dari ibu ke anak," ujarnya.

Tingginya kasus HIV/AIDS tersebut mendorong Dinas Kesehatan Kota Medan tetap mensosialisasikan penggunaan kondom, meski hal tersebut ditentang kalangan tokoh agama. "Kebanyakan mereka menganggap kami mendorong seks bebas, padahal yang kami lakukan bukan itu, tetapi mencegah agar penyebaran penyakit tersebut tidak semakin meluas. Kan kami tidak bisa menghentikan aktivitas seksual seseorang," tambah Umar Zein.

Sedangkan ahli kandungan RSU Dr Pirngadi Medan Dr. Christofel Tobing, SpOG(K) mengungkapkan sekitar 6 bayi telah tertular HIV/AIDS dari ibu yang melahirkannya. Sedangkan ibu tersebut telah tertular HIV/AIDS dari sang suami.

Saat ini, lanjut Christofel, dari 24.000 wanita yang mengandung di Indonesia, diperkirakan sekitar 30 persen berpotensi tertular HIV/AIDS dari sang suami yang suka "jajan" di luar. Dampaknya, bayi yang di dalam kandungan tersebut berpotensi tertular HIV/AIDS.

Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba,SH mengatakan, hasil survei di lapangan diperkirakan 6,5 juta wanita telah mengidap HIV/AIDS dengan faktor risiko prilaku seks bebas. Karenanya, diperlukan peran orangtua dalam keluarga untuk membimbing anak-anaknya yang telah beranjak remaja.

Menurut Parlindungan, para orangtua harus menjalin hubungan lebih dekat dengan anak-anaknya dan memberikan informasi tentang pendidikan seks. "Selain agama yang menjadi pondasi keluarga, komunikasi dan keakraban juga sangat dibutuhkan agar orangtua dapat mengawasi pergaulan anak-anaknya sehingga tidak terpengaruhi oleh informasi-informasi yang salah tentang seks," ujarnya.

Seminar yang diikuti kalangan pelajar dan mahasiswa itu juga dihadiri Direktur RSU Dr. Pirngadi Medan Dr. H. Sjahrial R. Anas, MHA, Kasubdin Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit serta Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sumut Dr. Surya Dharma, Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung Sukarni, SKM, Gubernur LIRA Sumut Drs. H. Halomoan Sitompul, MM dan lainnya.

DAVID SWAYANA WASPADA ONLINE
(ags)

http://www.waspada.co.id/Berita/Medan/Sumut-Peringkat-4-Kasus-AIDS.html

Travel Notices - CDC Travelers' Health

MANTAN-MANTAN KEPALA KKP MEDAN