SELAMAT DATANG Dr. JEFRI SITORUS, M.Kes semoga sukses memimpin KKP Kelas I Medan------------------------ Kami Mengabdikan diri Bagi Nusa dan Bangsa untuk memutus mata rantai penularan penyakit Antar Negara di Pintu Masuk Negara (Pelabuhan Laut, Bandar Udara dan Pos Lintas Batas Darat=PLBD) ------

Disease Outbreak News

Wednesday, December 30, 2009

Inilah Prioritas Pembangunan Sektor Kesehatan 2010-2014

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembangunan sektor kesehatan tahun 2010-2014 diprioritaskan pada peningkatan kesehatan ibu, bayi, dan balita; perbaikan status gizi; pengendalian penyakit menular dan tak menular; serta penyehatan lingkungan.
"Salah satu program yang jadi prioritas pembangunan kesehatan adalah revitalisasi posyandu," ucap Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (29/12/2009).
Hari ini, ibu negara Ani Yudhoyono didampingi Menkes mengunjungi Posyandu Matahari II RW 10, Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Dalam kunjungan, ibu negara memberikan arahan kepada kader posyandu.
Selain prioritas di atas, prioritas pembangunan kesehatan lain yaitu pengembangan sumber daya manusia, peningkatan ketersediaan, keterjangkauan dan pemerataan mutu obat, serta pengawasan obat dan makanan.

Selain itu, ada pula pengembangan sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). "Penanggulangan bencana dan krisis kesehatan," ucap Menkes.Perkembangan posyandu, menurut Menkes, menunjukkan peningkatan.
'Jumlah posyandu di seluruh Indonesia pada tahun 2004 sekitar 232.000 unit atau naik menjadi 267.000 unit pada tahun 2007. Jumlah balita yang ditimbang meningkat dari 43 persen menjadi 75 persen.
"Angka kematian ibu turun menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi menjadi 34 per 1.000 kelahiran hidup," paparnya.
Sumber : Antara Online

Wednesday, December 23, 2009

Gawat, Virus Flu Burung di Indonesia Sudah Bermutasi

Jakarta, Virus Avian Influenza H5N1 (flu burung) telah ada di di Indonesia lebih dari lima tahun. Belum selesai penanganannya, sudah muncul virus baru H1N1 (flu babi) yang menimbulkan pandemik.

Alhasil, Avian Influenza mulai terlupakan. Padahal tanpa banyak orang tahu, telah terjadi mutasi pada virus flu burung di Indonesia. Menariknya adalah virus yang mengalami mutasi berasal dari unggas yang rutin diberi vaksin.

Dengan adanya mutasi ini ditakutkan efek dan penanganannya harus berbeda lagi pada manusia. Penanganan vaksin sebelumnya sudah terbukti tidak mempan lagi pada unggas.

Hal tersebut dipaparkan oleh drh. Ni Luh Putu Indi Dharmayanti, MSi dalam sidang disertasinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ketika ditemui detikhealth, Selasa (22/12/2009), di FKUI Salemba Jakarta.

Menurut dokter hewan yang meraih gelar doktornya dengan IPK 3,97 tersebut, jika Indonesia masih menggunakan strategi vaksin lama untuk menangani flu burung maka harus ada evaluasi dan up date vaksin tersebut secara rutin minimal setiap 2 tahun sekali.

"Kebijakan pemerintah harus dievaluasi terutama di sektor peternakan karena dari sektor itulah virus berasal dan bermutasi," kata doktor kelahiran Banyuwangi 1972. Indi saat ini bekerja sebagai peneliti muda di Departemen Virologi Balai Besar Penelitian Veteriner, Bogor.

Dalam studinya, Indi mengisolasi 20 virus Avian Influenza (AI) subtipe H5N1 asal unggas yang berasal dari tahun 2003 hingga 2008, baik yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin.

Hasil isolasi tersebut menunjukkan bahwa unggas yang divaksin justru mengalami mutasi sekitar 6-7 persen setiap tahunnya. Studi yang dilakukan Dr Indi juga menunjukkan 62,58 persen virus AI asal Indonesia mengalami mutasi pada proteinnya.

Virus-virus AI yang muncul pada tahun 2007-2008 pun diketahui lebih resisten terhadap amantadin dibanding virus pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan vaksin yang ada di Indonesia selama ini kurang tepat.

"Kebijakan pemerintah Indonesia yang menggunakan vaksin isolat lokal kemudian beralih menjadi H5N2 dalam menanggulangi AI pada unggas sebaiknya dikaji ulang," kritik doktor yang pernah mendapatkan penghargaan dari Microbiology Indonesia Society sebagai The 2nd Best Paper Award 2009.

Penggunaan vaksinasi sebagai salah satu dari sembilan strategi pengendalian penyakit flu burung di sektor peternakan ternyata menghadapi berbagai kendala. Konsekuensinya adalah risiko munculnya virus baru karena tekanan imunologis akibat vaksinasi.

Diharapkan dengan adanya studi ini, pemerintah bisa lebih perhatian lagi terhadap monitoring dan update vaksin Avian Influenza. Karena jika terus bermutasi kemungkinan akan menghasilkan virus yang lebih ganas dan menelan korban jiwa yang tidak sedikit.

"Para pengambil kebijakan di atas sebaiknya mendengarkan ilmuwan dan jangan banyak bermain politik saja. Saya tahu jatuh bangunnya istri saya dalam menyelesaikan studi ini. Tapi saya bangga karena istri saya bisa memberi sesuatu yang sangat bermanfaat untuk Indonesia," kata sang suami yang merupakan sarjana peternakan, Sutanto Arso Birowo, SPt.

Indi yang juga seorang ibu dari satu orang anak ini mendapatkan hadiah gelar doktornya tepat di hari ibu. Prestasi yang ia capai menandakan bahwa seorang ibu selain bisa mengurus suami dan anak-anaknya, juga bisa menyumbangkan ilmunya untuk kemajuan bangsa dan negara.(fah/ir)

Sumber : Nurul Ulfah - detikHealth

Monday, December 21, 2009

WHO says pandemic not over yet, monitoring to continue

GENEVA, Dec. (Xinhua) -- The A/H1N1 pandemic was not over yet and it remained uncertain how the situation would evolve in the next few months, the World Health Orgnization (WHO) warned on Thursday.

"At this time we believe it is still too early to say that the pandemic is over. We are monitoring the situation carefully," said Dr Keiji Fukuda, the WHO's special adviser on pandemic influenza.

Addressing a telephone press conference, Fukuda said high levels of pandemic activity or infections were still continuing in many different countries, including France, Switzerland, Russia and Kazakstan.

He said the pandemic activity had clearly peaked and was on the way down in North America and some parts of Europe, but the peaking had occurred "extraordinarily early".

It remained unknown whether a new wave of infections would occur in the later winter or early spring months, he said.

"The pandemic is really a global event. The WHO will continue to monitor the situation in all parts of the world," Fukuda said.

He added that the WHO would continue to provide all possible support to countries that were particularly vulnerable in the face of pandemic infections.

Source : www.chinaview.cn

 

Tuesday, December 15, 2009

Yankes Haji Alami Kemajuan yang Signifikan

14 Dec 2009
Sampai hari ke – 52 (12/12/09) pelayanan kesehatan ibadah haji, mengalami kemajuan yang signifikan. Kemajuan itu dapat dilihat menurunnya kematian jemaah haji dan menurunnya kejadian luar biasa (KLB). Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat sebanyak 251 orang atau turun 39,81% pada periode yang sama dibandingkan tahun lalu sebanyak 417 orang. Kasus kejadian luar biasa (KLB) penyakit juga menurun dari 8 kasus pada tahun lalu menjadi 1 kasus pada tahun ini.

Sampai hari ke – 52 (12/12/09) pelayanan kesehatan ibadah haji, mengalami kemajuan yang signifikan. Kemajuan itu dapat dilihat menurunnya kematian jemaah haji dan menurunnya kejadian luar biasa (KLB). Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat sebanyak 251 orang atau turun 39,81% pada periode yang sama dibandingkan tahun lalu sebanyak 417 orang. Kasus kejadian luar biasa (KLB) penyakit juga menurun dari 8 kasus pada tahun lalu menjadi 1 kasus pada tahun ini.

Hal itu disampaikan Sesjen Depkes yang juga Ketua Tim Wasdal Yankes Haji 1430 H/2009, dr Sjafii Ahmad, MPH, tentang perkembangan penyelenggaraan pelayanan kesehatan haji sampai hari ke-52 tanggal 12 Desember 2009.

Menurut indikator WHO, menurunnya kematian dan KLB dalam situasi matra seperti dalam penyelenggaraan ibadah haji menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan dalam pelayanan kesehatan haji.

Membaiknya indikator kesehatan, tambah Sesjen Depkes tidak terlepas dari kerja sama dan kerja keras semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan ibadah haji mulai dari Puskesmas, Pemkab/Kota, Pemprov, petugas di embarkasi/debarkasi, petugas Kloter maupun non Kloter, Departemen Agama, Deplu serta Pemerintah Arab Saudi.

Selain itu, juga kerja sama antar jemaah dengan petugas kesehatan di lapangan mulai sebelum keberangkatan, dalam perjalanan, selama di Arab Saudi sampai kepulangan jemaah ke tanah air.

Dari data itu, tercatat 195 orang jamaah haji Indonesia meninggal dunia di Makkah, 26 orang di Madinah, 12 orang di Mina, 12 orang di Jeddah, 3 orang di Arafah dan 3 orang di perjalanan. Dari jumlah itu, 140 orang jamaah yang meninggal adalah pria dan 111 orang wanita.

Para jamaah haji yang wafat ini, 82 orang di sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi, 66 orang di pemondokan, 57 orang meninggal dunia di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), 18 orang di perjalanan, 12 orang di sektor BPHI, 8 orang di mesjid, 7 orang di bandara dan satu orang di pesawat.


Jenis Kelamin

Berdasarkan Usia

Penyebab Kematian

Laki-2 : 140

Wanita : 111

<>

40 – 49 : 25

50 – 59 : 50

> 60 : 174

1. Penyakit sistem sirkulasi

156

2. Penyakit sistem pernapasan

80

3. Penyakit gangguan mental dan perilaku

5

4. Penyakit infeksi dan parasit

2

5. Penyakit sistem syaraf

2

6. Penyakit sistem genitourinaty

2

7. Penyakit sistem otot dan jaringan

1

8. Penyakit sistem pencernaan

1

9. Endokrin nutrisi dan mental

1

10. Penyakit darah dan organ pembuluh darah

1


Sumber : www.depkes.go.id

Friday, December 11, 2009

Flu Babi Tewaskan Puluhan Ribu Orang di AS

CHICAGO--MI: Wabah flu babi telah menewaskan 10 ribu orang Amerika, termasuk 1.100 anak kecil dan 7.500 orang dewasa. Penyakit ini menyerang dari dari enam orang di Amerika Serikat sejak muncul April lalu.

"Apa yang telah kami saksikan selama berbulan-bulan ialah ini adalah flu yang jauh lebih berat bagi orang yang lebih muda," kata Dr. Thosmas Frieden, Direktur Pusat Pencegahan dan Pemantauan Penyakit AS (CDC), Kamis (10/12).

Ia memperkirakan antara April dan November, terdapat hampir 50 juta kasus influenza H1N1 di Amerika Serikat, kebanyakan pada orang dewasa muda dan anak-anak. Ada lebih dari dua kali lipat perkiraan CDC pada November mengenai 22 juta orang Amerika.

Frieden mengatakan lebih dari 200 ribu orang Amerika telah dirawat di rumah sakit. "15 persen dari seluruh orang di negeri ini telah tertular influenza H1N1, atau sekitar satu dalam enam orang. Itu masih membuat kebanyakan orang masih tak tertular dan tetap rentan terhadap influenza H1N1," katanya.

Ia mengatakan pasokan vaksin H1N1 terus bertambah. 85 juta dosis vaksin telah tersedia untuk dibagikan sejauh ini, sementara 12 juta dosis lagi ditambahkan pekan ini. Jumlah itu naik dari 73 juta dolsis satu pekan lalu, tapi masih kurang jauh daripada yang telah diharapkan sampai pekan ini.

Meskipun begitu, Frieden mengatakan pasokan vaksin telah cukup tersedia sehingga negara bagian mulai dapat membagikan vaksin tersebut kepada masyarakat umum. Ia mendesak masyarakat agar tidak merasa puas dan tetap meminta vaksin, meskipun ada laporan bahwa gelombang influenza H1N1 saat mulai reda.

"Ini tetap menjadi jendela kesempatan yang baik untuk diberi vaksin," katanya. "Vaksinasi tetap menjadi tindakan yang paling penting yang dapat anda lakukan untuk melindungi diri anda dan keluarga anda dari influenza H1N1," jelasnya. (Ant/OL-06)

Sumber : Media Indonesia OL

Thursday, December 10, 2009

Kematian Jemaah Haji Turun 35,77 %

Sampai hari ke – 46 (7/12/09) penyelenggaraan ibadah haji, jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat (meninggal dunia ) sebanyak 210 orang. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun tahun 2008 atau musim haji 1429 hijriah, angkanya menurun 35,77 % , yaitu dari 327 orang. Menurunnya angka kematian jemaah haji merupakan indikator semakin baiknya pelayanan kesehatan.

Demikian laporan yang diterima Pusat Komunikasi Publik dari laporan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Departemen Agama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah, Senin (7/12/2009) pukul 10.00 Waktu Arab Saudi.

Dari data itu, tercatat 163 orang jamaah haji Indonesia meninggal dunia di Makkah, 23 orang di Madinah, 12 orang di Mina, 7 orang di Jeddah, 3 orang di Arafah dan 2 orang di perjalanan. Dari jumlah itu, 119 orang jamaah yang meninggal adalah pria dan 91 orang wanita. Berdasarkan umur, kurang 40 tahun 1 orang, usia 40-49 tahun 21 orang, usia 50-59 tahun 43 orang dan usia diatas usia 60 tahun 145 orang.

Para jamaah haji yang wafat ini, 68 orang di sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi, 53 orang di pemondokan, 48 orang meninggal dunia di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), 17 orang di perjalanan, 9 orang di sektor BPHI, 8 orang di mesjid, 6 orang di bandara dan satu orang di pesawat.

Penyebab kematian terbanyak adalah penyakit Infeksi dan parasit, disusul penyakit neoplasma, penyakit darah dan organ pembuluh darah, penyakit endokrin nutrisi dan penyakit gangguan mental dan perilaku.

Tahun ini jumlah jemaah haji Indonesia mencapai 209.819 orang. Dari jumlah itu, sudah 31.295 jemaah haji Indonesia pulang ke tanah air.

Sumber : http://www.depkes.go.id


WHO: Rokok Membunuh 5 Juta Orang Tiap Tahun

KOMPAS.com — Sudah jelas tembakau bukan sahabat kita. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam pernyataannya, Rabu(09/12/2009), menyatakan, setiap tahunnya 5 juta orang meninggal akibat rokok. Angka ini akan terus bertambah bila pemimpin negara belum punya kemauan melindungi rakyatnya dari bahaya rokok.

Dalam laporan terbaru mengenai penggunaan dan pengendalian tembakau, PBB mengatakan, hampir 95 persen dari populasi global tidak terlindungi oleh Undang-Undang Pelarangan Rokok. WHO juga menyebutkan, lebih dari 600.000 perokok pasif meninggal tiap tahunnya.

Laporan tersebut menyebutkan berbagai strategi yang bisa diambil oleh pembuat kebijakan di tiap negara untuk menekan jumlah perokok, misalnya meregulasi produksi, promosi, dan pemasaran rokok serta meningkatkan pajak produk rokok. Langkah-langkah itu termasuk dalam enam paket strategi yang dikeluarkan WHO tahun lalu, tetapi kurang dari 10 persen dari populasi dunia yang terlindungi dari bahaya rokok.

"Masyarakat butuh tindakan lebih, bukan hanya diberi tahu bahwa rokok berbahaya untuk kesehatan. Mereka butuh implentasi nyata dari WHO Framework Convention yang dilakukan oleh pemerintahnya masing-masing," kata Douglas Bettcher, Direktur WHO Tobacco-Free Initiative.

Saat ini tembakau adalah penyebab utama kematian yang dapat dicegah di dunia. WHO memperkirakan bila masih banyak negara yang tidak mengambil tindakan drastis, 8 miliar orang akan mati karena penyakit-penyakit yang berkaitan dengan tembakau pada 2030, terutama penduduk dari negara berkembang.

Sumber : http://kesehatan.kompas.com/

Logam Berat Picu Gangguan Mental

KOMPAS.com - Akumulasi logam berat dalam tubuh manusia akan menimbulkan berbagai dampak yang membahayakan kesehatan, salah satunya adalah depresi dan serangan panik (panic disorder).

Para ahli menganalisa informasi dari hasil survei National Health and Nutrition Examination, Amerika Serikat tahun 1997-2004, yang melibatkan 1.987 orang dewasa berusia 20-39 tahun. Dari seluruh responden, 6,7 persen menderita depresi mayor, sebanyak 2,2 persen memiliki gejala serangan panik, dan 2,4 persen mengalami gejala kecemasan. Setelah diteliti, jumlah logam berat dalam darah mereka mencapai 1,61 mikrogram per desiliter.

Sebanyak 20 persen dari responden yang memiliki kadar timbal atau logam berat cukup tinggi (2,11 mikrogram per desiliter) risikonya mengalami depresi dua kali lebih tinggi. Mereka juga lima kali berisiko menderita serangan panik dibanding dengan responden yang kadar timbalnya lebih rendah (0,7 mikrogram per desiliter).

"Pencemaran logam berat mungkin berkontribusi pada terjadinya gangguan mental, bahkan meski kadar pencemarannya masih tergolong rendah atau tidak berisiko," kata Maryse F.Bouchard peneliti dari Universitas Monteral dan Harvard School of Public Health. Para ahli menduga, logam berat mungkin menimbulkan gangguan pada otak yang menimbulkan gangguan mental.

Sebelumnya berbagai penelitian telah mengingatkan bahaya logam berat bagi kesehatan, di antaranya adalah kerapuhan tulang, rusaknya kelenjar reproduksi, kanker, kerusakan otak, serta keracunan akut pada sistem saraf pusat.

Udara yang tercemar juga akan menyebabkan penyakit saluran pernapasan akut, hipertensi, terganggunya fungsi ginjal, menurunnya kecerdasan anak, serta risiko keguguran pada ibu hamil.

  • Sumber : http://kesehatan.kompas.com/healthconcerns

Thursday, December 3, 2009

China reports fast rise of A/H1N1 flu deaths

BEIJING, Dec. 2 (Xinhua) -- The Chinese mainland saw a faster increase of deaths from the A/H1N1 influenza in the past weeks, according to the Ministry of Health.

A total of 74 deaths were reported in the week from Nov. 23 to 29, said a notice issued on the ministry's website Wednesday. Reported deaths in the previous two weeks were 28 and 51 respectively.

About 91 percent of all the flu cases reported last week were of the A/H1N1 strain, compared with 89.8 percent in the previous week, the notice said.

The ministry advised the public to keep warm in the cold weather, wash hands frequently and keep rooms ventilated.

As of Monday, more than 27 million people nationwide had been inoculated with China-made A/H1N1 vaccine, according to the ministry.

Four deaths had been reported after vaccination and three had been confirmed irrelevant to the vaccines, while cause of the other is not clear yet, the ministry said.

Source : www.chinaview.cn

Monday, November 30, 2009

WHO: Korban Flu H1N1 Sudah 7.826 Orang

Jenewa (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Sedikitnya 7.826 orang di seluruh dunia tewas karena influenza A/H1N1 sejak virus flu baru itu ditemukan April lalu, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pembaruan data terakhirnya Jumat.
Dari semua korban tewas itu, 5.360 orang terjadi Amerika, 738 di Asia Timur Laut dan paling tidak 650 orang di Eropa.Tiga kawasan WHO lainnya, yakni Pasifik Barat, Laut Tengah Timur dan Afrika masing-masing dilaporkan 644, 330 dan 104 orang menemui ajal karena virus yang juga dikenal sebagai flu babi itu.
WHO, yang mengumumkan flu A/H1N1 sebagai wabah pada Juni lalu, mengatakan bahwa sejauh ini lebih dari 207 negara dan kawasan luar negeri atau masyarakat telah melaporkan kasus yang telah dikonfirmasikan laboratorium , mencapai total lebih dari 622.482 jiwa.
Namun kasus ini masih dianggap jauh lebih rendah dibanding jumlah kasus yang sebenarnya terjadi, karena banyak negara berhenti melakukan pengujian dan pelaporan kasus perorangan di negerinya.
Pada saat ini, aktivitas wabah masih tinggi terutama di sebagian besar negara di belahan bumi utara, namun mulai rendah di belahan bumi selatan, kata WHO.
Namun ada tanda-tanda bahwa aktivitas penyakit itu memuncak di Amerika Serikat, dan jumlahnya terbatas di negara-negara Eropa. "Tapi secara keseluruhan hingga kini, pihaknya masih terlalu dini untuk mengatakan apakah kita menyaksikan puncak aktivitas virus itu di belahan bumi utara," menurut Dr. Keiji Fukuda, pakar flu terkenal WHO.
"Kami perkirakan aktivitas virus itu terus berlanjut setidaknya beberapa pekan di belahan bumi utara, sebelum kita saksikan penurunannya," kata Fukuda kepada para wartawan Kamis lalu.

Anjing Juga Terserang Flu Babi

Beijing - Flu babi ternyata tidak hanya menjangkiti manusia maupun babi. Anjing pun ternyata dapat terserang penyakit mematikan tersebut.

"Virus flu babi 99 persen identik terdeteksi pada dua anjing yang juga beredar pada tubuh manusia," demikan berita yang dilansir oleh news.com.au seperti dikutip dari kantor berita AFP, Senin (30/11/2009).

Menurut Informasi yang diperoleh dari petugas peternakan di Beijing China, anjing tersebut terkena virus setelah sebelumnya melakukan kontak dengan manusia yang terjangkit virus flu babi. Kemudian anjing yang terkena virus flu babi tersebut menularkan pada anjing yang berada di dekatnya.

"Anjing juga dapat membuat anjing yang ada di dekatnya terjangkit virus flu babi setelah dia terkena virus flu babi," terang seorang petugas kesehatan di China.

Sepuluh hari sebelumnya, dikabarkan empat ekor babi di Propinsi Heilongjiang, China didiagnosa terkena virus flu babi. Selain itu di sejumlah negara di benua Amerika juga melaporkan adanya hewan yang terjangkit virus flu babi.

Seperti di kawasan, Iowa Amerika Serikat seorang kucing dikabarkan terkena virus flu babi. Kejadian ini merupakan hal baru yang ada didunia, dimana virus flu babi menjangkiti populitas hewan sejenis kucing.

Sumber : http://m.detik.com

Saturday, November 28, 2009

Mutasi Virus Flu Babi Menyebar Luas

PARIS--MI: Pejabat Kementerian Kesehatan Prancis menyatakan mutasi virus flu babi menyebar di Eropa. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kenaikan kematian akibat penyakit itu lebih dari 1.000 dalam satu pekan.

Dua pasien yang terinfeksi virus yang bermutasi yang baru-baru ini juga dideteksi di Norwegia telah meninggal di Prancis, kata Lembaga Pengawasan Kesehatan pemerintah (InVS) dalam satu pernyataan.

"Mutasi ini dapat meningkatkan kemampuan virus tersebut guna mempengaruhi saluran pernafasan dan, terutama, jaringan paru-paru," demikian antara lain isi pernyataan itu. "... Salah seorang pasien ini, mutasi ini disertai oleh mutasi lain yang diketahui memberi perlawanan terhadap oseltamivir," katanya.

Pernyataan tersebut merujuk kepada obat utama yang kini digunakan untuk mengobati flu babi A/H1N1, dengan menggunakan nama Tamiflu.

Kasus tersebut adalah rangkaian pertama virus yang tahan obat yang ditemukan di Prancis di antara 1.200 rangkaian yang telah dianalisis para ahli di Paris, kata InVS, yang menambahkan, "Keefektifan vaksin yang tersedia saat ini tidak dipertanyakan."

Kedua pasien itu tak berkaitan dan telah dirawat di dua kota berbeda di Prancis, katanya.

WHO menyatakan korban tewas telah mencapai sedikitnya 7.836 di seluruh dunia sejak virus flu babi A/H1N1 pertama kali ditemukan pada April.

Jumlah kematian yang dilaporkan ke lembaga kesehatan PBB tersebut memperlihatkan kenaikan tajam di Amerika, tempat 5.360 kematian kini telah dicatat dibandingkan sebanyak 4.806 satu pekan sebelumnya.

Namun Eropa juga melaporkan peningkatan dengan sedikitnya 650 kematian, kenaikan 300 kematian atau 85 persen dari data yang dikirim satu pekan sebelumnya.

"Pertanyaannya ialah apakah mutasi ini kembali menunjukkan bahwa ada perubahan mendasar yang sedang berlangsung pada virus itu --apakah terjadi perubahan menuju kondisi yang lebih buruk dalam hal parahnya penyakit tersebut," kata Keiji Fukuda, penasihat khusus WHO mengenai wabah influenza.

"Jawabannya saat ini ialah kami tidak yakin," kata Fukuda, menyusul tersiarnya laporan dari China, Jepang, Norwegia, Ukraina dan Amerika Serikat.

Namun ia menyatakan mutasi biasa terjadi pada virus influenza. "Jika setiap mutasi dilaporkan, maka itu akan seperti melaporkan perubahan cuaca," katanya.

"Apa yang sedang kami upayakan ketika kami melihat laporan mengenai mutasi ialah mengidentifikasi apakah mutasi ini mengarah kepada beberapa jenis perubahan dalam gambaran klinik --apakah semua itu mengakibatkan penyakit yang lebih atau kurang parah?"

"Kami juga sedang berusaha melihat apakah virus ini meningkat di luar sana karena itu akan menunjukkan perubahan epidemiologi," katanya.

China, Kamis (26/11) menyatakan negara tersebut telah menemukan delapan orang yang terserang versi virus babi yang bermutasi, sementara Norwegia pekan sebelumnya, menyatakan negara itu telah mendeteksi satu kasus.

Fukuda juga mengatakan lembaga kesehatan PBB tersebut juga sedang meneliti kasus tahan terhadap Tamiflu yang dilaporkan di Inggris dan Amerika Serikat, tapi menyatakan semua itu berkaitan dengan orang yang sudah menjalani pengobatan karena penyakit lain atau yang memang memiliki
masalah kesehatan.

Oleh karena itu, badan kesehatan tersebut mempertahankan penilaiannya bahwa Tamiflu, yang dihasilkan oleh pembuat obat Swiss, Roche, tetap "efektif" sebagai obat bagi flu babi, tapi "kami memang harus berhati-hati pada orang yang sangat rentan ini".

Sumber : MediaIndonesia.com Online

Wednesday, November 25, 2009

25 Juta Meninggal akibat HIV, 60 Juta Terinfeksi

GENEVA, KOMPAS.com — Hingga saat ini, setidaknya 60 juta orang terinfeksi HIV dan 25 juta meninggal akibat kasus yang berkaitan dengan virus mematikan ini, demikian disampaikan UNAIDS dalam paparan data terbarunya, Selasa kemarin, (24/11).

Ketika program pencegahan telah membantu menekan tingkat infeksi sebesar 17 persen selama lebih dari delapan tahun, total penderita HIV terus bertambah pada 2008. Pada akhir 2008, sebanyak 33,4 juta jiwa atau lebih dari 20 persen orang menderita penyakit ini jika dibandingkan dengan tahun 2000.

"Penambahan populasi penderita HIV yang terus meningkat menggambarkan efek kombinasi dari tingginya infeksi HIV baru dan dampak dari terapi ARV," ujar UNAIDS dalam laporan tahunannya.

Sub-Sahara Afrika tetap merupakan daerah yang paling terpengaruh karena menjadi rumah bagi 67 persen atau 22,4 juta dari yang saat ini hidup dengan virus HIV. Sementara itu, di Asia Selatan dan Tenggara, ada 3,8 juta orang sudah terinfeksi, tambah UNAIDS. Angka perbandingan Eropa Timur dan Asia Tengah adalah 1,5 juta.

UNAIDS mencermati, di wilayah-wilayah ini epidemi sedang mengalami "transisi yang signifikan". Walau epidemi di Asia masih terkonsentrasi di antara kelompok berisiko tinggi, seperti pekerja seks, pengguna narkoba, dan kaum homoseks, kini mulai berekspansi ke kelompok populasi risiko rendah.

Di Eropa Timur dan Asia Tengah, epidemi ditandai terutama oleh penularan melalui pengguna narkoba. Namun, kini mulai bergeser ke penularan lewat hubungan seksual yang signifikan.

Sumber : Kompas.com Online

Penyakit Tuberkolosis Masih Jadi Ancaman

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih terus menjadi ancaman di Indonesia. Sekitar 80.000 orang terancam meninggal setiap tahunnya karena penyakit tersebut.

Kepala Seksi Standarisasi dan Kemitraan Subdit Tuberkulosis Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, Nadia, mengatakan, Selasa (24/11), jumlah penderita baru tuberkulosis (Tb) dalam satu tahun berdasarkan survei tahun 2004 sekitar 538.000 orang.

Angkanya diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun karena tuberkulosis (Tb) sangat mudah menular dan jumlah penduduk terus meningkat, ujarnya di sela acara Workshop Nasional tentang Hak dan Kewajiban Pasien Tb.

Terlebih lagi dengan terus bertambahnya jumlah kasus HIV/AIDS. Dalam kondisi tubuh rentan, tuberkulosis menjadi ancaman utama bagi orang dengan HIV/AIDS. Sebagian besar dari mereka kemudian juga menderita tuberkulosis.

Ketua Umum Perkumpulan Pasien dan Masyarakat Peduli Tuberkulosis Indonesia (PAMALI), Retnowati WD Tuti mengatakan, stigma merupakan kendala dalam advokasi pemberantasan tuberkulosis. Penderita tuberkulosis takut dan malu sehingga enggan berobat. Apalagi orang dengan HIV/AIDS yang kemudian menderita tuberkulosis. Beban penyakit maupun stigma yang mereka tanggung lebih berat.

Sumber : Kompas.com Online

Tuesday, November 24, 2009

WHO: 33,4 Juta Orang Terinfeksi Virus AIDS

Hong Kong (ANTARA News/Reuters) - Diperkirakan 33,4 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus AIDS, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Program Gabungan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang HIV/AIDS (UNAIDS).

Angka itu berarti meningkat dari 33 juta orang yang terinfeksi AIDS pada 2007.

Namun laporan tersebut menambahkan, bahwa penambahan itu berasal dari orang-orang yang hidupnya bertahan agak lama karena mendapatkan obat-obat HIV.

"Jumlah kematian berkaitan dengan AIDS juga menurun lebih dari 10 persen dibanding lima tahun lalu, pada saat banyak orang bisa memperpanjang hidupnya dengan pengobatan," katanya.

Sumber : Antara Online

Sunday, November 22, 2009

Empat Jamaah Haji Tewas Akibat Flu Babi

Jakarta - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyebutkan empat orang jemaah haji telah meninggal karena virus H1N1 (flu babi), hanya beberapa hari sebelum puncak haji yaitu wukuf di Arafah.

Empat jamaah haji itu adalah dua pria warga negara India dan Sudan, dua lainnya adalah wanita warga negara Maroko dan Nigeria. Tiga di antara mereka berusia di atas 75 tahun dan satu orang wanita berusia 17 tahun.

"Mereka tidak mendapatkan vaksin (flu babi)," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Khaled al-Marghlani seperti dilansir AFP, Minggu (22/11/2009).

Diperkirakan 2,5 juta orang muslim melakukan ibadah haji tahun ini, menjadikan peristiwa ini sebagai kumpulan manusia paling besar pasca merebaknya flu babi April lalu. Kematian jemaah haji ini adalah yang pertama kalinya di Makkah dan Madinah sejak pecahnya isu flu babi.

Sebelumnya Pemerintah Saudi menyatakan ada sekitar 20 kasus suspect flu H1N1 (flu babi) pada calon jamaah haji (calhaj) dari seluruh dunia.

Sumber : Detikcom Online

Saturday, November 21, 2009

20 Kasus Flu H1N1, Calhaj Indonesia Bebas Virus

Jakarta - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyatakan ada sekitar 20 kasus suspect flu H1N1 (flu babi) pada calon jamaah haji (calhaj) di seluruh dunia. Namun Calhaj Indonesia tak termasuk di dalamnya.

"Calon jamaah haji Indonesia tidak terkena virus H1N1 tersebut," Ketua Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) dr Barita Sitompul, Sabtu (20/11/2009).

Namun menurut Barita, memang ada tiga calhaj Indonesia yang diduga terjangkit virus H1N1. Hal itu diketahui saat ketiganya tertangkap kamera pemindai panas tubuh di bandara debarkasi (Jeddah dan Madinah).

"Namun setelah diobservasi di Rumah Sakit King Saud Jeddah, ketiganya dinyatakan negatif," kata Barita.

Ketiga calhaj itu, lanjut Barita, hanya mengalami influensa karena kelelahan akibat panjangnya penerbangan dari tanah air menuju tanah suci.

Menteri Kesehatan Arab Saudi Dr Abdullah Al-Rabeeah seperti yang dilansir Arabnews.com mengatakan, ada dua belas orang dari 20 susfect flu H1N1 yang masih dirawat.

"Selebihnya masih diobservasi," kata Dr Abdullah Al-Rabeeah, Jum'at (19/11/2009).

Abdullah menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi kemungkinan merebaknya wabah flu H1N1, dirnya telah menunjuk 80 konsultan.

Abdullah pun menjamin akan menyediakan 1,5 juta dosis vaksin H1N1 bagi calon jamaah haji. Abdullah pun kini tengah menyiapkan layanan kesehatan bagi calhaj.

"Kami akan lakukan tindakan antisipasi (precautionary action) untuk melindungi calhaj dari berbagai penyakit termasuk flu babi," katanya.

Saat ini Laboratorium Robotic, Kognitif dan Biometic (BCR) telah dioperasikan di Mina dan Mekkah untuk mendeteksi virus flu H1N1. Pihaknya juga telah membangun 14 Rumah Sakit di Mekkah dengan kapasitas 2.782 tempat tidur, termasuk 244 tempat tidur di ruang perawatan intensif dan 287 di ruang rawat darurat.

Tidak hanya itu, ada 35 pusat kesehatan permanen di Mekkah, sembilan pusat kesehatan selama musim haji di ruas jalan bebas hambatan Mekkah-Madinah, dan empat lagi di kawasan Masjidil Haram.

28 pusat kesehatan akan dioperasikan Mina, 46 di Padang Arafah dan 6 di Muzdalifah. Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi melansir setidaknya ada 62 orang tewas di Arab Saudi akibat terinfeksi virus H1N1 dari sekitar 7.000 orang yang terduga terinfeksi, namun 95 persen diantara mereka dilaporkan sembuh total.

(zal/gus)

Sumber : M. Rizal Maslan - detikNews

Friday, November 20, 2009

Saudi Temukan 20 Kasus Flu Babi pada Jemaah Haji

Jakarta (ANTARA News) - Duapuluh kasus flu babi (H1N1) dilaporkan telah ditemukan di kalangan jemaah calon haji dari seluruh penjuru dunia yang berdatangan di tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima sejak Oktober lalu, kata Menteri Kesehatan Arab Saudi Dr. Abdullah Al-Rabeeah seperti dikutip Arabnews.com, Jumat.

"Dua belas orang diantara mereka masih dirawat, selebihnya masih diobservasi," terangnya.

Menkes Arab itu tak menyebutkan asal kebangsaan pasien, namun ketika dikonfirmasi Ketua Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) dr. Barita Sitompul, dia memastikan tidak ada seorang pun calon haji Indonesia yang terbukti mengidap virus H1N1.

Dia mengaku, memang ada tiga calon haji Indonesia yang tertangkap kamera pemindai panas tubuh yang dipasang di bandara debarkasi (Jeddah dan Madinah), namun setelah diobservasi di Rumah Sakit King Saud Jeddah yang dirujuk untuk menangani kasus-kasus H1N1, ketiganya dinyatakan negatif dari infeksi penyakit pandemi itu.

Ketiganya, lanjut dr. Barita, hanya terkena influenza karena kelelahan akibat panjangnya penerbangan dari Tanah Air menuju Tanah Suci.

Menkes Arab itu selanjutnya mengatakan, untuk mengantisipasi kemugkinan merebaknya wabah flu babi khususnya pada saat musim haji, dia telah menunjuk 80 konsultan untuk menangani pusat kesehatan intensif yang dikelola pakar-pakar pengawasan penyakit menular Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Ia juga menjamin tersedianya l,5 juta dosis vaksin H1N1 diperuntukkan bagi jemaah calon haji, dan sehari sebelumnya pihaknya melakukan koordinasi guna membahas persiapan layanan kesehatan yang akan diberikan pada calon haji.

"Kami akan melakukan tindakan antisipasi (precautionary action) untuk melindungi calon haji dari berbagai penyakit termasuk flu babi," tandasnya seraya menambahkan, sebuah laboratorium Robotic, Cognitif dan Biometic (BCR) telah dioperasikan di Mina dan Mekah untuk mendeteksi virus flu babi.

Kementerian Kesehatan Arab, lanjutnya, juga telah membangun 14 Rumah Sakit di Mekah berkapasitas 2.782 tempat tidur, termasuk 244 tempat tidur di ruang perawatan intensif dan 287 di ruang rawat darurat.

Selain itu masih ada 35 pusat kesehatan permanen di Mekah, sembilan pusat kesehatan selama musim haji di ruas jalan bebas hambatan Mekah - Madinah dan empat lagi di kawasan Masjidl Haram.

Dua puluh delapan pusat kesehatan akan dioperasikan di Mina, 46 di Padang Arafah dan enam di Muzdalifah. Lebih 2,5 juta ummat Islam sedunia diperkirakan akan "tumplek" pada acara rangkaian puncak ritual ibadah haji (Wukuf di Padang Arafah dan melontar jumrah di Mina mulai 9 - 12 Zulhijah (26-30 November).

Kementerian Arab Saudi merekrut 10.000 tenaga kesehatan termasuk 100 dokter, 60 di antaranya dokter ahli penyakit menular dari manca negara dan 147 perawat untuk menangani unit layanan darurat dan intensif di pusat-pusat kesehatan selama musim haji 1430H.

Sebanyak 62 orang tewas di Arab Saudi akibat terinfeksi virus H1N1 dari sekitar 7.000 orang yang terduga terinfeksi, namun 95 persen diantara mereka dilaporkan sembuh total.

Sumber : Antara Online

Tuesday, November 17, 2009

Vaksin H1N1 Diproduksi Tahun Depan

Selasa, 17 November 2009 | 07:33 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com - Avian Influenza Research Centre Bio Safety Level-3 Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, meluncurkan bakal vaksin H1N1 dan H5N1, Senin (16/11) di Surabaya. Vaksin H1N1 akan mulai diproduksi November 2010 oleh PT Bio Farma.

Pada acara peluncuran, Rektor Unair Prof Fasich menyerahkan bakal vaksin (seed vaccine) H1N1 dan H5N1 kepada Wakil Presiden Boediono, yang menyerahkannya kepada Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dan meneruskannya kepada Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar.

Menurut Iskandar, bakal vaksin H1N1 akan diuji klinis (clinical trial) pada manusia pada Maret 2010. Produksi dan distribusi vaksin H1N1 dilakukan November 2010 untuk 20 juta dosis vaksin atau sepersepuluh jumlah penduduk Indonesia.

Karena jumlah produksi terbatas, kata Endang, vaksin diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap avian influenza (AI), seperti perawat dan petugas laboratorium.

Vaksin H5N1 akan diproduksi sesuai kebijakan pemerintah. Jika terjadi pandemi dan pemerintah meminta produksi vaksin H5N1, PT Bio Farma akan memproduksi karena teknologi untuk produksi kedua vaksin itu sama.

Kepala Laboratorium Avian Influenza Tropical Disease Center (TDC) Unair Chaerul Anwar Nidom menjelaskan, jika terjadi mutasi virus H1N1 atau H5N1, strain virus yang digunakan sebagai bakal vaksin akan diganti. ”Keterbukaan informasi atas kejadian infeksi avian influenza sangat diperlukan,” kata Nidom.

Iskandar mengatakan, nilai proyek pengembangan laboratorium dan fasilitas produksi vaksin H1N1 dan H5N1 di Kampus C Unair, Mulyorejo, Surabaya, sekitar Rp 1,3 triliun. Fasilitas produksi berkapasitas 20 juta vaksin per tahun. Proyek dilaksanakan empat tahun, 2008-2011.

Nidom menambahkan, penelitian virus H5N1 untuk dijadikan vaksin sudah dilakukan sejak 2006. Untuk uji tantang (pengujian calon vaksin pada hewan) H5N1 menunggu sampel virus dari Departemen Kesehatan sampai 13 Agustus 2009. Saat itu TDC Unair mendapat enam tipe virus H5N1.

Penelitian H1N1 lebih mudah karena TDC Unair bisa mendapat banyak sampel virus dari klinik. Setelah diuji tantang, bakal vaksin siap diuji klinis dan mulai diproduksi massal.

Penelitian virus AI dan bakal vaksinnya dilakukan di laboratorium seluas 224 meter persegi bernama Avian Influenza Research Centre Bio Safety Level-3 (BSL-3). Selain terbesar di Asia, kata Nidom, laboratorium ini unik karena ada ruang uji coba pada 30 monyet (Maccaca fascicularis). Penelitian di laboratorium sangat komprehensif.

Peluncuran bakal vaksin ini, menurut Boediono, adalah wujud kemandirian Indonesia. Sebagai warga dunia, Indonesia harus aktif menangani serangan penyakit menular yang sangat cepat menyebar. Apalagi, sebagai negara tropis, Indonesia sangat rentan sebagai tempat berbiak strain dan mutasi virus baru.

Karena di garis depan peperangan melawan penyakit menular, lanjutnya, Indonesia punya kesempatan menguasai teknologinya. Karena itu, Indonesia sebaiknya tak menggantungkan diri pada laboratorium di luar negeri. ”Indonesia juga berkewajiban membagi pengetahuan kepada dunia sebab wabah penyakit menular adalah masalah dunia, tetapi dalam kerangka saling menguntungkan,” katanya.

Sumber : http//www.compas.com/

Monday, November 16, 2009

Penderita HIV/AIDS Tahun 2010 Capai 130.000 Orang

Bandarlampung (ANTARA News) - Jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pada 2010 diperkirakan mencapai 93 ribu sampai 130 ribu orang.

Menurut "National Trainer Care, Support and Treatment IMAI-HIV/AIDS", dr Ronald Jonathan MSc, pada seminar dua hari "Global Diseases 2nd Continuing Professional Development" di Bandarlampung, Sabtu dan Minggu, angka itu diperoleh berdasarkan perkiraan pengaduan penderita terinfeksi HIV/AIDS ke sejumlah rumah sakit, yang berjumlah tidak lebih dari sepersepuluh korban terinfeksi keseluruhan.

"Perkiraan saya, jumlah kasus terinfeksi HIV/AIDS hingga 2010 akan mencapai antara 93 ribu hingga 130 ribu kasus, dan prinsip fenomena gunung es yang berlaku mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS yang tampak hanyalah 5-10 persen dari jumlah keseluruhan," katanya.

Sementara itu, dia menambahkan, jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia sejak 1980-an hingga September 2009 yang terdata oleh Departemen Kesehatan mencapai 18.442 penderita, dengan perbandingan jumlah penderita laki-laki dan perempuan sebesar tiga berbanding satu.

"Sudah ada pergeseran pola penyebaran, kini penyeberan terbesar terjadi lewat hubungan seks, bukan lagi penggunaan jarum suntik," ujarnya.

Dia menerangkan, hampir 50 persen dari penyebaran virus HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seksual,dan melalui jarum suntik (pada pengguna narkoba) mencapai 40,7 persen berdasarkan riset terhadap jumlah total penderita.

Sementara itu, penyebaran virus HIV/AIDS pada gay, waria dan transgender hanya mencapai 3-4 persen dari jumlah total penderita.

Rentan usia tertinggi penderita HIV/AIDS hingga saat ini masih tetap berada pada usia produktif yaitu 20-39 tahun.

Khusus untuk Provinsi Lampung, jumlah penderita HIV/AIDS di provinsi itu mencapai 188 penderita, dengan 42 orang penderita yang meninggal.

"Untuk jumlah penderita HIV/AIDS, Lampung berada pada posisi 17 dari 33 provinsi, artinya jumlah penderita di provinsi itu masih cukup banyak," kata dia.

Dia mengingatkan, penyadaran dan pendampingan terhadap penderita HIV/AIDS perlu terus ditingkatkan, agar jumlah mereka dapat diminimalkan.

"Minimal kita dapat memberikan konseling dan bimbingan terhadap mereka tentang pentingnya kesadaran untuk mau berobat secara teratur, dan menyebarkan hal itu kepada penderita lainnya," kata dia.

Khusus untuk konseling, dia mengingatkan kepada pendamping agar membicarakan langsung hal-hal tersebut dengan penderita, bukan dengan keluarganya.

"Saya ingatkan ada pola konseling yang salah, yaitu mengajak bicara keluarga penderita, karena nanti urusannya akan lebih repot, lebih baik anda langsung berbicara dengan penderita," katanya.

Sumber : Antara OL

Travel Notices - CDC Travelers' Health

MANTAN-MANTAN KEPALA KKP MEDAN