Awas! Virus Flu Burung Tunjukkan Tanda-tanda Mutasi
11/03/2008 14:16 WIB
Rita Uli Hutapea - detikcom
11/03/2008 14:16 WIB
Rita Uli Hutapea - detikcom
di
16:07
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
"I Am Stopping TB"
Peringatan Hari TB Se-dunia
14 Mar 2008
Peringatan hari TB se-dunia jatuh pada tanggal 24 Maret setiap tahun. Peringatan ini dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa Tuberculosis masih menjadi epidemi pada banyak wilayah di dunia. Penyakit ini menyebabkan kematian jutaan orang tiap tahun, terutama di negara dunia ketiga.
Tanggal 24 Maret, lebih dari satu abad yang lalu pada tahun 1882, Dr. Robert Koch mengejutkan dunia dengan mengumumkan bahwa dia telah menemukan penyebab Tuberculosis. Tidak dapat dipungkiri lagi penemuan bersejarah tersebut telah membuka jalan menuju diagnosa dan penyembuhan penyakit yang menyebabkan kematian 1 dari 7 orang.
Peringatan hari TB se-dunia pada tahun ini mengangkat tema "I am stopping TB" yang tidak hanya sekedar slogan, namun merupakan awal dari kampanye 2 tahunan dari semua orang dimanapun berada yang sedang berperan menghentikan TB.
Sumber : http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=3037
Berita terkait
Crude Death Rate(CDR) TB di Indonesia Tahun 2001-2006
Pemetaan CDR TB di Indonesia Tahun 2006
di
13:55
Diposkan oleh
Nuraz
untuk selengkapnya silahkan klik link berikut ini :
di
20:46
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
13-March-2008
HK schools close amid flu fears
Di Hongkong telah terjadi peningkatan kasus yang gejalanya mirip flu, 3 anak usia sekolah telah meninggal dan 200 kasus suspek yang telah dilaporkan. info lengkap dapat dibaca di berita ini All kindergartens and junior schools in Hong Kong have closed early for their Easter holiday, after a flu-like illness killed three children.
Sumber : www.bbc.co.uk
All kindergartens and junior schools in
The Education Bureau described the move as a "precautionary measure".
More than 30 students from one school have showed flu-like symptoms and three children have died from apparently similar illnesses in recent weeks.
Experts are investigating a link to either bird flu or Sars, a respiratory disease that hit
The kindergartens and junior schools will be closed for two weeks, affecting more than half a million children.
Almost 200 cases of suspected flu have been reported so far.
"We hope such precautionary measures will help reduce the cross-infection of the flu virus in schools and the community," the official Xinhua news agency quoted him as saying.
Expert team
Over the weekend seven-year-old Law Ho-ming was admitted to hospital in a semi-conscious state, suffering from fever and flu.
He died on Tuesday from encephalitis - swelling of the brain.
Five of his fellow students from the Ho Yat Tung Primary School remain in hospital, and more than 30 others are displaying flu-like symptoms.
Concerns have also been raised about two other recent child deaths.
A two-year-old boy died in February and a three-year-old girl died on 1 March from what appeared to be a variant of bird flu.
The school closure is the first caused by illness since 2003, when almost 300 people died from Sars.
Official records show that people in 25 other schools, a hospital ward and a disabled residential home are suffering from outbreaks of flu.
The government has set up an expert team led by a
Experts say there is no reason yet to fear a major flu outbreak, but admit they do not yet know what caused the deaths.
info berita
http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/asia-pacific/7291169.stm
info video dari www.cnn.com linknya http://edition.cnn.com/video/#/video/health/2008/03/12/health.minute.kidney.cnn
di
10:30
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
WASPADA Online

di
20:20
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
di
12:51
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
Minggu, 2 Maret 2008 | 02:01 WIB
Solo, Kompas - S (38) dan anaknya, IFH (9), warga Dusun Kedungampel, Desa Kedungampel, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dinyatakan terduga (suspect) flu burung. Sejak Sabtu (1/3), mereka dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Dr Moewardi, Solo, Jateng.
Ketua Tim Medik Penanganan Flu Burung RSUD Dr Moewardi, dr Reviono SpP, mengungkapkan, S dan IFH merupakan pasien rujukan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. Dari hasil pemeriksaan, saturasi oksigen mereka masih bagus, 99-100 persen, dan kadar leukosit normal.
Meski demikian, mereka tetap dinyatakan terduga flu burung karena ada riwayat kontak dengan unggas mati mendadak. Hasil rontgen pun menunjukkan adanya pneumonia, meskipun minimal. ”Menurut informasi dari Klaten, hasil tes unggas mati, positif flu burung,” katanya.
Kamis lalu, di Dusun Krajan, Desa Banding, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jateng, juga ditemukan kasus flu burung, menyusul mati mendadaknya sejumlah ayam milik warga. Karena itu, kemarin, sebanyak 542 ayam dan 379 butir telur ayam milik warga Dusun Krajan dimusnahkan secara massal oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang.
Koordinator Tim Pengendali Flu Burung Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang, Rovinus Goa, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab penyebaran virus flu burung di Krajan. ”Saat musim hujan, temuan unggas yang terkena virus ini biasanya memang meningkat,” ujarnya.
Wakil Bupati Semarang Siti Ambar Fathonah menyatakan, pemilik ayam yang ayamnya dimusnahkan secara massal itu akan diberi ganti rugi. ”Warga pasti akan mendapat ganti rugi. Tapi membutuhkan waktu karena perlu proses administrasi,” katanya.
Tanggal 23 Februari lalu, di Tegal, Jateng, juga ditemukan kasus serupa. Saat itu, ayam kampung milik warga juga mati mendadak. Setelah dilakukan uji cepat diketahui ayam yang mati itu terjangkit flu burung.
Kontak
Istri S, Sugiyatmi, menuturkan, dua dari tiga ayam peliharaannya mati mendadak sekitar lima hari lalu. Di sekitar tempat tinggal mereka, sejak sepekan lalu, terjadi kematian ayam mendadak. ”Suami saya kemudian batuk pilek dan panas sekitar tiga hari lalu. Sempat ke mantri hari Jumat. Anak saya kemarin ikut panas. Saya kira cuma masuk angin, karena yang batuk pilek lebih dulu sebenarnya saya,” ungkap Sugiyatmi, yang menunggui kedua pasien tersebut di rumah sakit.
Awal Februari, Alif Tri Anggoro Putro (17), pasien flu burung asal Kedungringin, Soko, Miri, Sragen, Jateng, juga dinyatakan positif flu burung. Alif meninggal 10 Februari di RS Dr Moewardi setelah dirawat satu hari. (eki/gal)
Sumber berita : http://www.kompas.co.id/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.02.02011588&channel=2&mn=154&idx=154
di
09:43
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
Jakarta, 01 Mar 2008.
Tim dokter RS Persahabatan kembali berhasil merawat dan mengobati hingga sembuh Sania dan anaknya (Dewi Nurmiati) dari penyakit Flu Burung. Kedua pasien ibu dan anak tersebut dirawat selama kurang lebih satu bulan. Kemarin, tanggal 28 Februari 2008, dinyatakan telah sembuh total dan mereka diijinkan pulang setelah hasil pemeriksaan laboratorium 3 hari berturut-turut negatif H5N1. Selama dalam perawatan di ruang isolasi flu burung, kedua pasien dirawat dan dimonitor dengan ketat. Semua biaya pengobatan pasien Flu Burung, ditanggung pemerintah (Depkes).
Ini merupakan keberhasilan kali ke empat dan kelima pasien positif Flu Burung yang dirawat dan diobati sampai sembuh di RS itu, setelah sebelumnya M. Arif warga Tangerang dan Indah warga Menteng Jakarta, juga dinyatakan sembuh.
Kepulangan Sania dan anaknya diantar langsung oleh Ketua Tim Penanggulangan Flu Burung RS Persahabatan dr. Mukhtar Ikhsan, MARS ke rumahnya Jl. Peta Barat No. 3 Kampung Godang, Kalideres, Jakarta Barat menggunakan mobil dinas RS Persahabatan, kendati pihak keluarga dan rombongan pengajiannya sudah berada di RS itu untuk menjemputnya.
Maksud Tim RS Persahabatan mengantarkan pasien positif Flu Burung yang telah sembuh ke rumahnya adalah untuk memberikan penjelasan sekaligus penyuluhan kepada keluarga dan masyarakat sekitar bahwa virus Fu Burung ini tidak menular dari manusia ke menusia. Sampai saat ini penularannya masih dari unggas ke manusia. Selain itu penyakit Flu Burung dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
dr. Mukhtar Ikhsan, MARS, menyatakan pencegahan penyakit Flu burung yang paling murah dan efektif adalah menjaga pola hidup sehat seperti sering mencuci tangan dengan sabun/deterjen setelah melakukan aktifitas, memasak makanan yang berasal dari ayam/unggas sampai matang. Hal ini penting karena virus flu burung akan mati dengan air sabun/deterjen dan/atau dipanasi sampai mendidih (dengan suhu 100° C). Selain itu masyarakat diminta tidak memelihara unggas/ayam di pemukiman. Masyarakat juga dminta menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi dan menjaga kebersihan rumah.
Sementara di rumah Sania, telah berkumpul sanak saudara, tetangga dengan perasaan suka cita. Bahkan pada malam harinya diadakan acara syukuran. Juga hadir di rumah Sania, staf Dinas Kesehatan Jakarta Barat, dokter Puskesmas dan Lurah Kalideres.
Kepada staf Pusat Komunikasi Publik Depkes, Lurah Kalideres, Dadang Sugiarto, SE, menyatakan bahwa pihak Kelurahan Kalideres telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar unggas tidak boleh ada di pemukiman. Unggas yang masih ada diminta untuk dijual. Selain itu setiap hari Jumat dilakukan sweeping unggas di pemukiman penduduk di wilayah kerjanya.
Rumah Sania merupakan pemukiman yang sangat padat penduduk dengan kondisi lingkungan yang buruk, cahaya matahari kurang, serta sirkulasi udara yang buruk. Di samping padat, di perumahan itu juga banyak warga yang memelihara ayam terlihat dari banyaknya kandang ayam yang kosong karena telah dimusnahkan. Begitu juga rumah orangtua Sania di Kampung Cagak, Tangerang, bertetangga dengan pengepul entog dan banyak kandang ayam yang sudah dimusnahkan. Sebelum sakit, Sania (ibu rumah tangga, 38 th) diketahui berkunjung ke rumah orangtuanya di Kampung Cagak, Semanan, Tangerang. Ia mulai sakit tanggal 24 Januari dengan gejala batuk, demam, pilek dan sakit tenggorokan. Keluhan yang juga dirasakan adalah nyeri saat menelan dan nyeri sendi. Sania tanggal 26 Januari berobat ke RS HM Husni Thamrin Tangerang dan tanggal 29 Januari dirujuk ke RS Usada Insani. Tanggal 1 Februari dirujuk ke RS Persahabatan, Jakarta karena sakitnya makin berat. Kemudian langsung dirawat di ruang isolasi flu burung dengan pemberian oksigen sungkup. Kondisi semakin memburuk dan pada tanggal 2 Februari jam 06.00 WIB diputuskan dipasang ventilator (alat bantu pernapasan). Hasil pemeriksaan PCR H5N1 positif. Tanggal 7 Februari jam 13.45 WIB keadaannya membaik dan ventilator dilepas, diganti dengan oksigen sungkup. Tanggal 15 Februari kondisinya semakin membaik dengan hasil PCR H5N1 negatif selama 3 hari berturut-turut dan kemudian pasien dipindah ke ruang rawat biasa. Tanggal 28 Februari 2008, pasien diantarkan pulang.
Sedangkan anaknya (Dewi Nurmiati, 14th) mulai mengeluh sakit dan batuk tanggal 2 Februari 2008. Pada tanggal 8 Februari jam 12.00 WIB tiba di RS Persahabatan. Pada pemeriksaan fisis saat masuk rumah sakit, Dewi berada dalam keadaan sakit berat. Pasien langsung dirawat di ruang isolasi flu burung dengan pemberian oksigen sungkup, kondisi semakin memburuk pada tanggal 10 Februari jam 10.30 WIB diputuskan untuk dipasang ventilator. Hasil PCR H5N1 positif. Tanggal 18 Februari jam 14.30 WIB keadaanya membaik dan ventilator dilepas, diganti dengan oksigen sungkup. Hasil PCR H5N1 negatif selama 3 hari berturut-turut, dan kemudian pasien dipindah ke ruang rawat biasa. Tanggal 28 Februari 2008, pasien diantar pulang.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-522 3002, 5296 0661 atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.
Sumber : http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=3004
di
08:52
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet

di
18:08
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
Kamis, 14 Pebruari 2008 23:49 WIB
Flu Burung Terus Berjangkit
Medan, WASPADA Online
di
08:04
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
di
10:00
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
di
17:21
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
WHO OL, 5 February 2008
di
11:41
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
di
11:37
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
di
16:53
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
di
16:53
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
di
08:21
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet

GR, Pasien Flu Burung Asal Banten Meninggal Dunia
di
13:18
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
di
15:11
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet
http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=2953
di
08:54
Diposkan oleh
Masrip Sarumpaet