SELAMAT DATANG Dr. JEFRI SITORUS, M.Kes semoga sukses memimpin KKP Kelas I Medan------------------------ Kami Mengabdikan diri Bagi Nusa dan Bangsa untuk memutus mata rantai penularan penyakit Antar Negara di Pintu Masuk Negara (Pelabuhan Laut, Bandar Udara dan Pos Lintas Batas Darat=PLBD) ------

Disease Outbreak News

Thursday, July 30, 2009

Pertambahan Kasus-Kasus Positif Influenza H1N1 Indonesia

30 Jul 2009 : Tambahan Kasus Positif Influenza H1N1 Sebanyak 35 Kasus

Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO (11/06/2009), di seluruh dunia sampai 27 Juli 2009 tercatat 134.503 orang positif terkena influenza A H1N1.
selengkapnya...

29 Jul 2009 : Dua Puluh Delapan Kasus Baru Influenza A H1N1

Hari ini (29/07/09) kasus baru positif influenza A H1N1 tambah 28 orang (15 laki-laki dan 13 perempuan). Tambahan kasus berasal dari 7 provinsi yaitu DKI Jakarta (13 kasus), Jawa Timur (5 Kasus), Jogjakarta (3 kasus), Jawa Barat (3 Kasus), Banten (2 Kasus), Bali (1 Kasus) dan Sulawesi Utara (1 Kasus). Semua kasus adalah warga Negara Indonesia. 4 Kasus memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri (3 Kasus ke Singapura dan 1 Kasus ke Thailand).
selengkapnya...

27 Jul 2009 : Tambahan 16 Kasus Baru Influenza A H1N1

Hari ini (27/07/09) pukul 19.00 WIB terdapat tambahan kasus baru influenza A H1N1 sebanyak 16 kasus (8 laki-laki dan 8 perempuan). Mereka berasal dari DKI Jakarta (13 kasus) dan Banten (3 kasus). Semua kasus adalah Warga Negara Indonesia. 1 Kasus diantaranya memiliki riwayat perjalanan ke Hongkong.
selengkapnya...

27 Jul 2009 : Tambahan 38 Kasus Influenza A H1N1

Hari ini (27/07/09) kasus positif influenza A H1N1 tambah 38 kasus (25 laki-laki dan 13 perempuan). Mereka berasal dari 9 provinsi yaitu Bali (2 kasus), Banten (9 Kasus), DKI Jakarta (5 kasus), Jabar (2 kasus), Jatim (6 kasus), Kalimantan Selatan (6 Kasus), Kalimantan Timur (2 Kasus), Kepulauan Riau (1 Kasus), Jambi (1 Kasus) dan 4 Kasus WNA dilaporkan dari Sulawesi Utara, Bali dan Surabaya. Kasus terdiri dari 34 WNI dan 4 WNA. Yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebanyak 6 orang yaitu China, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura dan Taiwan.
selengkapnya...

27 Jul 2009 : Meningkatkan Kesiagaan Puskesmas Dalam Penanganan Virus Influenza Baru A-H1N1

Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Indonesia melalui surat Nomor YM.03.02/BI.4/2371/09 tanggal 22 Juli 2009, mengharapkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, dan Kepala UPT Kesmas di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan terkait dengan Penanganan Virus Influenza Baru A-H1N1.
selengkapnya...

26 Jul 2009 : Kasus Positif Influenza A H1N1 Tambah 19 Kasus

Hari Sabtu (25/07/09) kasus positif influenza A H1N1 tambah 19 kasus (11 laki-laki dan 8 perempuan). Mereka berasal dari 6 provinsi yaitu DKI Jakarta (3 kasus), Jabar (6 kasus), Jateng (3 kasus) Jatim (3 kasus), Sulawesi Selatan (2 kasus) dan 2 kasus WNA dilaporkan dari Bali. Dari total kasus tersebut terdiri dari 17 WNI dan 2 WNA. Yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebanyak 6 orang yaitu ke Arab Saudi, Australia, Belanda, Jepang, Maroko dan Singapura.
selengkapnya...

24 Jul 2009 : Kasus Baru Positif Influenza A H1N1 Tambah 21 Orang, Satu Meninggal

Hari ini (24/07/09) kasus positif influenza A H1N1 21 kasus (17 laki-laki dan 4 perempuan). Mereka berasal dari 4 provinsi yaitu DKI Jakarta (8 kasus), Jabar (2 kasus), Jatim, (6 kasus) dan Kalimantan Selatan (5 Kasus). Semua kasus adalah Warga Negara Indonesia. Yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebanyak 3 orang yaitu Malaysia dan Singapura.
selengkapnya...

23 Jul 2009 : Tambahan Kasus Positif Influenza A H1N1

Hari ini (23/07/09) tambahan kasus positif influenza A H1N1 83 kasus (44 laki-laki dan 39 perempuan). Mereka berasal dari 7 provinsi yaitu DKI Jakarta (17 kasus), Jabar (14 kasus), Banten (45 kasus), Jatim, (4 kasus), dan masing-masing 1 kasus dari Kepri, DIY, dan Bali. Dari jumlah itu 4 diantaranya adalah WNA dan 79 WNI. Yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebanyak 9 orang yaitu Thailand, Australia, Qatar, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Hongkong.
selengkapnya...

22 Jul 2009 : Masyarakat Diminta Tetap Waspada Hadapi Pandemi Influenza A H1N1

Masyarakat diminta tetap waspada hadapi pandemi Influenza A H1N1. Berperilaku hidup bersih dan sehat (PBHS) mempunyai andil besar untuk ikut mencegah penularan influenza A H1N1. Perilaku tersebut diantaranya mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. Apabila ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter.
selengkapnya...

Pengawasan di Bandara Tetap Dilakukan

Rabu, 29 Juli 2009 22:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menegaskan, pengawasan di pintu-pintu masuk, terutama di bandara internasional, akan terus dilakukan. Hal itu dilaksanakan untuk menghadapi pandemi influenza A-H1N1 dan mencegah penyebaran virus itu ke berbagai daerah di Tanah Air.

"Setiap penumpang pesawat yang baru menempuh penerbangan dari luar negeri dipastikan melewati alat pemindai suhu badan. Oleh karena itu, alat pemindai itu ditempatkan di jalur masuk bandara, tepatnya sebelum bagian imigrasi. Jadi, setiap penumpang akan melewati alat itu," kata Tjandra Yoga, Rabu (29/7) di Jakarta.

Menurut Tjandra Yoga, Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak melarang ataupun menganjurkan pemakaian alat pemindai suhu badan di bandara internasional dan pelabuhan. Jadi, kebijakan untuk menggunakan alat pemindai suhu badan itu tergantung dari masing-masing negara sebagai salah satu cara menghadapi pandemi influenza A-H1N1.

Saat ini banyak negara telah menghentikan screening penumpang dengan alat pemindai suhu badan itu di antaranya Singapura, Australia, India, dan beberapa negara di Eropa. "Beberapa negara di dunia sudah lama tidak lagi menggunakan alat itu karena menganggap virus flu A-H1N1 sudah menular di mana-mana," ujarnya.

Meski demikian, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tetap menggunakan alat pemindai suhu badan dan kartu kewaspadaan kesehatan untuk melacak para pasien yang diduga terinfeksi virus itu. "Hal ini dilakukan karena penularan virus flu A-H1N1 pada penderita terjadi di luar negeri dan di dalam negeri," kata Tjandra Yoga menambahkan.

Terkait dengan penyebaran virus flu A-H1N1 di sejumlah pesantren, ia berharap tidak ada pihak pesantren dan santri yang menolak untuk diperiksa apakah tertular virus itu atau tidak. Oleh karena pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencegah agar penularan virus itu tidak meluas. "Seharusnya tidak boleh ada yang menolak diperiksa," ujarnya.

Wednesday, July 29, 2009

continues to spread worldwide, more deaths reported

BEIJING, July 29 (Xinhua) -- The A/H1N1 flu pandemic is continuing to spread, with more confirmed cases and an increasing number of deaths reported worldwide.
The European Center for Disease Prevention and Control (ECDC) said on Tuesday in its daily situation report that 632 new A/H1N1 flu cases were reported in European countries within the previous 24 hours.
The total number of confirmed cases of A/H1N1 flu in the European Union and European Free Trade Association countries rose to 21,288, with 1,538 cases in Spain and 11,159 in Britain, 628 in France and 3,349 in Germany, the ECDC said.
Latin America has been one of the worst hit regions by the pandemic, with a high death toll.
The Colombian government confirmed four new deaths from A/H1N1 flu on Tuesday, raising the death toll to 13 in that country.
The Social Protection Ministry said three men in the capital Bogota and a woman in Cundinamarca province died of A/H1N1 flu.
The ministry said there had been 259 confirmed cases of A/H1N1 flu in the country so far, as well as 7,838 suspected cases.
Also on Tuesday, Brazil's health authorities announced 10 more deaths from A/H1N1 flu, raising the death toll in the country to 56.
Seven of the victims were from Sao Paulo state in southeastern Brazil, while the other three were from Rio Grande do Sul state in the south of the country.
The Brazilian Health Ministry said there were 1,566 confirmed cases of A/H1N1 flu in the country, as well as 8,328 suspected cases.
The Ecuadorian health authorities reported on Tuesday three new deaths from A/H1N1 influenza, raising the death toll to 17.
The country's Vice Health Minister Marcelo Aguilar said the number of infected patients in the country had risen to 783.
In the Asia-Pacific region, Malaysia reported on Tuesday its third A/H1N1death, which was also the first death resulting from a local transmission of the virus.
The victim, a 42-year-old man, died on Monday at a private hospital, according to the Malaysian Health Ministry.
As of July 28, the number of confirmed cases in the country had risen to 1,219.
Also on Tuesday, Sri Lankan health authorities said nine more A/H1N1 flu cases were confirmed, bringing the total number of A/H1N1 flu cases in the country to 53.
In Vietnam, the Ministry of Health confirmed 60 more A/H1N1 influenza cases, bringing the total number of confirmed cases in the country to 672, local newspaper The People reported on Tuesday.
South Korea's health authorities on Wednesday confirmed 48 new cases of A/H1N1 flu, raising the total number of flu infections to 1,327, Yonhap News Agency reported.
Confirmed A/H1N1 flu cases have risen to seven in Myanmar with a 25-year-old man being found to have been infected with the virus, the official newspaper New Light of Myanmar reported on Tuesday.
In New Zealand, the number of deaths related to A/H1N1 flu rose to 13 while the number of confirmed cases in the country reached 2,704 on Tuesday, the Ministry of Health said.
The death toll is up from 12 on Monday, with the latest death involving a woman in her 30s in Wellington.
The disease is also spreading in Iran, with the country's Health and Medical Education Ministry saying on Tuesday that the number of A/H1N1 flu cases in the country had reached 42, the Fars news agency reported.
The World Health Organization (WHO) said the A/H1N1 influenza had caused a total of 816 deaths worldwide as of Monday.
The WHO said the tally of accumulated cases worldwide stood at 134,503 on Monday, adding that this tally is actually much lower than the real number of cases, as countries are no longer required to test and report individual cases.
However, it said the world should keep monitoring the virus and be prepared for any possible mutations of it, especially when winter comes in the northern hemisphere.
Sumber : http://news.xinhuanet.com/english/2009-07/29/content_ 11791826.htm

Tambah 28, Penderita Flu Babi di Indonesia Jadi 444

Jakarta - Jumlah penderita virus influenza A H1N1 (flu babi) di Indonesia bertambah 28 pasien. Sehingga secara kumulatif ada 444 kasus flu babi yang menyebar di sejumlah provinsi.

"Hari ini kasus baru positif influenza A H1N1 tambah 28 orang. Terdiri dari 15 laki-laki dan 13 perempuan," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (29/7/2009).

Dikatakan dia, tambahan kasus baru itu berasal dari 7 provinsi, yaitu DKI Jakarta (13), Jawa Timur (5), Yogyakarta (3), Jawa Barat (3), Banten (2), Bali (1) dan Sulawesi Utara (1).

Pasien yang terjangkit seluruhnya merupakan warga negara Indonesia (WNI). 4 Orang di antaranya diketahui memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri (3 kasus ke Singapura dan 1 Kasus ke Thailand).

"Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita. Karena itu, penyebarannya sangat cepat. Namun, angka kematiannya rendah, sekitar 0,4 persen," jelasnya.

Tidak lupa Tjandra mengingatkan, masyarakat dapat mencegah penularan flu babi dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Antara lain mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik dan menutup hidung dengan sapu tangan atau tisu bila bersin.

"Jika ada gejala influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter," pungkasnya.

(irw/irw) Irwan Nugroho - detikNews

Tuesday, July 28, 2009

Pandemic (H1N1) 2009 - update 59

Laboratory-confirmed cases of pandemic (H1N1) 2009 as officially reported to WHO by States Parties to the IHR (2005)

27 July 2009 09:00 GMT

The countries and overseas territories/communities that reported their first pandemic (H1N1) 2009 confirmed case(s) since the last web update (6 July 2009) as of 22 July 2009:

Afghanistan, Andorra, Belize, Bhutan, Botswana, La Réunion (French Overseas Community) , Haiti, the Marshall Islands, the Federated States of Micronesia, Namibia, Sint Eustatius (Netherlands Antilles) , Saint Kitts and Nevis, Saint Vincent and the Grenadines, Seychelles, Solomon Islands, the Sudan, Tonga, Turks and Caicos Islands (UK Overseas Territory), the United Republic of Tanzania, American Samoa (US), Guam (US)

Regions Cumulative total
Cases* Deaths
WHO Regional Office for Africa (AFRO) 157 0
WHO Regional Office for the Americas (AMRO) 87965 707
WHO Regional Office for the Eastern Mediterranean (EMRO) 890 1
WHO Regional Office for Europe (EURO) 16556 34
WHO Regional OFfice for South-East Asia (SEARO) 7358 44
WHO Regional Office for the Western Pacific (WPRO) 21577 30
Grand Total 134503 816

*Given that countries are no longer required to test and report individual cases, the number of cases reported actually understates the real number of cases.

Source : WHO

Tambahan Kasus Influenza A H1N1 Indonesia


Print E-mail
Depkes OL, 27 Jul 2009
Tambahan 16 Kasus Baru Influenza A H1N1 Print E-mail
27 Jul 2009
Hari ini (27/07/09) pukul 19.00 WIB terdapat tambahan kasus baru influenza A H1N1 sebanyak 16 kasus (8 laki-laki dan 8 perempuan). Mereka berasal dari DKI Jakarta (13 kasus) dan Banten (3 kasus). Semua kasus adalah Warga Negara Indonesia. 1 Kasus diantaranya memiliki riwayat perjalanan ke Hongkong.

Dengan demikian, sampai tanggal 27 Juli 2009, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia berjumlah 416 kasus terdiri dari 237 laki-laki dan 179 perempuan. Data kasus berdasarkan tanggal pengumuman yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus), 13 Juli (22 kasus), 14 Juli (26 kasus), 15 Juli (30 orang), tanggal 16 Juli (15 kasus), 20 Juli (15 kasus), tanggal 22 Juli (67 kasus), 23 Juli 2009 (83 Kasus), 24 Juli 2009 (21 Kasus), 25 Juli 2009 (19 Kasus), 27 Juli 2009 pukul 07.00 WIB (38 Kasus).

Hal itu disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes tentang perkembangan kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia sampai tanggal 27 Juli 2009 jam 19.00. Ditambahkan, sudah 15 provinsi ditemukan kasus positif influenza A H1N1 yaitu Bali, Banten, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Sulawesai Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Jambi. Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya rendah yakni 0,4%. Masyarakat dapat mencegah penularannya dengan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/ sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, imbuh Prof. Tjandra. Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR). Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.


Hari ini (27/07/09) kasus positif influenza A H1N1 tambah 38 kasus (25 laki-laki dan 13 perempuan). Mereka berasal dari 9 provinsi yaitu Bali (2 kasus), Banten (9 Kasus), DKI Jakarta (5 kasus), Jabar (2 kasus), Jatim (6 kasus), Kalimantan Selatan (6 Kasus), Kalimantan Timur (2 Kasus), Kepulauan Riau (1 Kasus), Jambi (1 Kasus) dan 4 Kasus WNA dilaporkan dari Sulawesi Utara, Bali dan Surabaya. Kasus terdiri dari 34 WNI dan 4 WNA. Yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebanyak 6 orang yaitu China, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura dan Taiwan.

Dengan demikian, sampai tanggal 27 Juli 2009, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia berjumlah 400 kasus terdiri dari 229 laki-laki dan 171 perempuan. Data kasus berdasarkan tanggal pengumuman yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus), 13 Juli (22 kasus), 14 Juli (26 kasus), 15 Juli (30 orang), tanggal 16 Juli (15 kasus), 20 Juli (15 kasus), tanggal 22 Juli (67 kasus), 23 Juli 2009 (83 Kasus), 24 Juli 2009 (21 Kasus) dan 25 Juli 2009 (19 Kasus).

Hal itu disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes tentang perkembangan kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia sampai tanggal 27 Juli 2009.

Menurut Prof. Tjandra, sampai hari ini sudah 15 provinsi ditemukan kasus positif influenza A H1N1 yaitu Bali, Banten, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Sulawesai Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Jambi.

Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya rendah yakni 0,4%.

Masyarakat dapat mencegah penularannya dengan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/ sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, imbuh Prof. Tjandra.

Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.

Tambahan 16 Kasus Baru Influenza A H1N1


Print E-mail
Depkes OL, 27 Jul 2009
Hari ini (27/07/09) pukul 19.00 WIB terdapat tambahan kasus baru influenza A H1N1 sebanyak 16 kasus (8 laki-laki dan 8 perempuan). Mereka berasal dari DKI Jakarta (13 kasus) dan Banten (3 kasus). Semua kasus adalah Warga Negara Indonesia. 1 Kasus diantaranya memiliki riwayat perjalanan ke Hongkong.

Dengan demikian, sampai tanggal 27 Juli 2009, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia berjumlah 416 kasus terdiri dari 237 laki-laki dan 179 perempuan. Data kasus berdasarkan tanggal pengumuman yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus), 13 Juli (22 kasus), 14 Juli (26 kasus), 15 Juli (30 orang), tanggal 16 Juli (15 kasus), 20 Juli (15 kasus), tanggal 22 Juli (67 kasus), 23 Juli 2009 (83 Kasus), 24 Juli 2009 (21 Kasus), 25 Juli 2009 (19 Kasus), 27 Juli 2009 pukul 07.00 WIB (38 Kasus).

Hal itu disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes tentang perkembangan kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia sampai tanggal 27 Juli 2009 jam 19.00. Ditambahkan, sudah 15 provinsi ditemukan kasus positif influenza A H1N1 yaitu Bali, Banten, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Sulawesai Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Jambi. Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya rendah yakni 0,4%. Masyarakat dapat mencegah penularannya dengan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/ sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, imbuh Prof. Tjandra. Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR). Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.

Sunday, July 26, 2009

Kasus Positif Flu A H1N1 di Indonesia Tambah 19 Jadi 362 Orang

Jakarta - Kasus positif influenza A H1N1 tambah 19 kasus (11 laki-laki dan 8 perempuan) per Minggu (25/7/2009). Mereka berasal dari 6 provinsi yaitu DKI Jakarta (3 kasus), Jabar (6 kasus), Jateng (3 kasus) Jatim (3 kasus), Sulawesi Selatan (2 kasus) dan 2 kasus WNA dilaporkan dari Bali.

Dari total kasus tersebut terdiri dari 17 WNI dan 2 WNA. Yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebanyak 6 orang yaitu ke Arab Saudi, Australia, Belanda, Jepang, Maroko dan Singapura.

Dengan demikian, sampai tanggal 25 Juli 2009, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia berjumlah 362 orang terdiri dari 204 laki-laki dan 158 perempuan. Data kasus berdasarkan tanggal pengumuman yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus), 13 Juli (22 kasus), 14 Juli (26 kasus), 15 Juli (30 orang), tanggal 16 Juli (15 kasus), 20 Juli (15 kasus), tanggal 22 Juli (67 kasus), 23 Juli 2009 (83 Kasus) dan 24 Juli 2009 (21 Kasus).

Adapun jumlah provinsi yang sudah ditemukan kasus positif sampai hari ini ada 14 provinsi yaitu di Bali, Banten, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepri, Sulawesai Utara, Sumatera selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Prof Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes tentang perkembangan kasus di Indonesia sampai tanggal 25 Juli 2009 dalam rilis Depkes yang diterima detikcom.

Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya di seluruh dunia rendah yakni 0,4%. Namun demikian masyarakat diminta tetap waspada hadapi pandemi influenza A H1N1.

Berperilaku hidup bersih dan sehat (PBHS) mempunyai andil besar untuk ikut mencegah penularan influenza A H1N1. Perilaku tersebut di antaranya mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. Apabila ada gejala influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. "Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter," ujar Prof Tjandra.

Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Upaya lainnya berupa community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat.

"Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit," tambah Prof Tjandra.

Nurul Hidayati - detikNews (nrl/nwk)

Saturday, July 25, 2009

Kasus Baru Positif Influenza A H1N1 Tambah 21 Orang



Print E-mail
Depkes OL : 24 Jul 2009
Hari ini (24/07/09) kasus positif influenza A H1N1 21 kasus (17 laki-laki dan 4 perempuan). Mereka berasal dari 4 provinsi yaitu DKI Jakarta (8 kasus), Jabar (2 kasus), Jatim, (6 kasus) dan Kalimantan Selatan (5 Kasus). Semua kasus adalah Warga Negara Indonesia. Yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebanyak 3 orang yaitu Malaysia dan Singapura.

Hal itu disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes tentang perkembangan kasus di Indonesia sampai tanggal 24 Juli 2009.

Dengan demikian, sampai tanggal 24 Juli 2009, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia berjumlah 343 orang terdiri dari 193 laki-laki dan 150 perempuan. Data kasus berdasarkan tanggal pengumuman yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus), 13 Juli (22 kasus), 14 Juli (26 kasus), 15 Juli (30 orang), tanggal 16 Juli (15 kasus), 20 Juli (15 kasus), tanggal 22 Juli (67 kasus) dan 23 Juli 2009 (83 Kasus). Dari 21 kasus tersebut di atas, seorang anak perempuan usia 6 tahun dirujuk dari salah satu RS Swasta di Jakarta ke salah satu RS Pemerintah di Jakarta pada tanggal 19 Juli 2009 dengan keluhan demam,batuk, sesak napas dan badan lemah. Dalam perawatan di rumah sakit keadaan pasien terus memburuk dan akhirnya meninggal pada tanggal 22 Juli 2009 jam 21.00. Anak ini sejak beberapa tahun yang lalu mengalami gangguan kesehatan dan delayed development. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengobatan, gambaran rontgen dan laboratorium maka pasien ini menderita pneumonia berat dan hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) menunjukkan positif Influenza A H1N1", ujar Prof Tjandra. Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya di seluruh dunia sangat rendah yakni 0,4%. Untuk itu masyarakat diminta tetap waspada menghadapi pandemi Influenza A H1N1. Berperilaku hidup bersih dan sehat (PBHS) mempunyai andil besar untuk ikut mencegah penularan influenza A H1N1. Perilaku tersebut diantaranya mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar yaitu menutup hidung dan mulut dengan sapu tangan/tisu. Apabila ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra. Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR). Upaya lainnya berupa community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.

Friday, July 24, 2009

Indonesia : Pasien H1N1 Tambah 83 Kasus

Tambahan Kasus Positif Influenza A H1N1 Print E-mail
23 Jul 2009

Hari ini (23/07/09) tambahan kasus positif influenza A H1N1 83 kasus (44 laki-laki dan 39 perempuan). Mereka berasal dari 7 provinsi yaitu DKI Jakarta (17 kasus), Jabar (14 kasus), Banten (45 kasus), Jatim, (4 kasus), dan masing-masing 1 kasus dari Kepri, DIY, dan Bali. Dari jumlah itu 4 diantaranya adalah WNA dan 79 WNI. Yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebanyak 9 orang yaitu Thailand, Australia, Qatar, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Hongkong.


Hal itu disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes tentang perkembangan kasus di Indonesia sampai tanggal 23 Juli 2009.

Dengan demikian, sampai tanggal 23 Juli 2009, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia berjumlah 322 orang terdiri dari 176 laki-laki dan 146 perempuan. Data kasus berdasarkan tanggal pengumuman yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus), 13 Juli (22 kasus), 14 Juli (26 kasus), 15 Juli (30 orang), tanggal 16 Juli (15 kasus), 20 Juli (15 kasus), dan tanggal 22 Juli (67 kasus).

Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya di seluruh dunia sangat rendah yakni 0,4%. Namun demikian masyarakat diminta tetap waspada hadapi pandemi Influenza A H1N1. Berperilaku hidup bersih dan sehat (PBHS) mempunyai andil besar untuk ikut mencegah penularan influenza A H1N1. Perilaku tersebut diantaranya mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. Apabila ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra.

Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Upaya lainnya berupa community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.

Sumber : Depkes OL


Thursday, July 23, 2009

Masyarakat Diminta Tetap Waspada Hadapi Pandemi Influenza A H1N1


Print E-mail
22 Jul 2009
Masyarakat diminta tetap waspada hadapi pandemi Influenza A H1N1. Berperilaku hidup bersih dan sehat (PBHS) mempunyai andil besar untuk ikut mencegah penularan influenza A H1N1. Perilaku tersebut diantaranya mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. Apabila ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter.

Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya sangat rendah yakni 0,4%.

Hal itu disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes tentang perkembangan kasus di Indonesia sampai tanggal 22 Juli 2009. Hari ini (22/07/09) kasus positif influenza A H1N1 bertambah lagi 67 kasus (46 laki-laki dan 21 perempuan). Mereka berasal dari RS/Dinkes DKI Jakarta 27 orang (18 orang laki-laki dan 9 perempuan), RS/Dinkes Provinsi Banten 18 orang (15 orang laki-laki dan 3 perempuan), RS/Dinkes Provinsi Jawa Timur 1 orang laki-laki, dari RS/Dinkes Provinsi Bali 9 orang (6 orang laki-laki dan 3 perempuan), dari RS/Dinkes Jawa Barat 9 orang (5 orang laki-laki dan 4 perempuan), dari Propinsi Jawa Tengah 2 orang perempuan dan dari Propinsi Kepulauan Riau 1 orang laki-laki. Enam belas di antara mereka memiliki riwayat pergi ke luar negeri yaitu ke Amerika Serikat (1 orang), Australia (4 orang), Canada (1 orang), Malaysia (2 orang), Hongkong (1 orang), Korea Selatan (2 orang), Thailand (1 orang) dan Singapura (3 orang), kata Prof. Tjandra. Dengan demikian, sampai tanggal 22 Juli 2009, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia berjumlah 239 orang terdiri dari 132 laki-laki dan 107 perempuan. Data kasus balerdasarkan tangg pengumuman yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus), 13 Juli (22 kasus), 14 Juli (26 kasus), 15 Juli (30 orang), tanggal 16 Juli (15 kasus), dan tanggal 20 Juli (15 kasus) . Untuk mencegah penyebarannya di Indonesia, upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR). Upaya lainnya berupa community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.
Sumber : Depkes OL

Wednesday, July 22, 2009

300 Santri di Tangerang Suspect Flu Babi

Selasa, 21 Juli 2009 | 19:49 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Dalam waktu lima hari, sejak Jumat (17/7) hingga Selasa (21/7), 300 santri Pondok Pesantren Dar-Qolam, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi suspect penderita influenza A-H1N1 atau flu babi. "Kini penyebarannya makin meluas dan sampai hari ini sudah 300 santri yang diduga suspect flu babi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hani Heryanto di Tangerang, Selasa.

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah suspect flu babi di kompleks pesantren begitu cepat. Dari 4.000 santri penghuni pesantren yang diisolasi, di satu ruang asrama yang ditempati 400 santri terdapat sekitar 300 santri yang jadi suspect. "Sulit bagi kami untuk mematahkan penyebaran penyakit ini, dalam sehari bisa lima hingga sepuluh santri yang tertular," kata Hani.

Hani mengakui, cepatnya penambahan jumlah penderita suspect flu babi di kompleks pesantren tersebut karena para santri yang mengalami demam tetap berada dalam satu ruang dengan santri yang bukan suspect flu babi. "Setelah mereka diberikan obat tamiflu, santri, baik penderita suspect flu babi maupun yang tidak, tidur bersama dalam satu ruang asrama. Hal inilah yang menjadi sebab begitu cepat meluasnya penyebaran penyakit itu ke beberapa santri lainnya," kata Hani.

Ia mengatakan, tidak hanya para santri yang terserang suspect flu babi, sejumlah pendidik pondok pesantren Dar-Qolam juga mengalami hal serupa. "Puluhan guru juga mengalami panas demam dalam beberapa hari terakhir ini karena melakukan kontak dengan para santri yang sebelumnya jadi suspect flu babi. Perhatian lebih para guru itu kepada ribuan santrinya yang berada di kompleks pesantren membuat mereka juga tertular," ungkap Hani.


EGP
Sumber : Ant

Virus A-H1N1 Merenggut 700 Nyawa

Rabu, 22 Juli 2009 | 04:45 WIB
JENEWA, KOMPAS.com-Virus A-H1N1 atau juga biasa disebut flu babi telah menewaskan lebih dari 700 orang sejak muncul April 2009. Dua pekan lalu, korban tewas baru mencapai 429 orang.

Demikian ditegaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (21/7) dan menyatakan negara-negara dapat mempertimbangkan penutupan sekolah untuk memperlambat penyebaran virus itu.

WHO mengatakan terserah pada pihak berwenang kesehatan nasional untuk memutuskan langkah yang akan mereka lakukan guna memperlambat meluasnya virus baru itu.

Tulisan para peneliti Inggris dalam jurnal Lancet Infectious Disease mengatakan, Senin, bahwa pemerintah-pemerintah perlu merancang rencana kapan dan bagaimana menutup sekolah jika pandemi flu babi itu memburuk. "Penutupan sekolah merupakan salah satu langkah peringanan yang dapat dipertimbangkan oleh negara-negara," kata juru bicara WHO Alphaluck Bhatiasevi seperti dilansir Reuters.

"Seperti yang WHO katakan, negara-negara yang berbeda akan menghadapi pandemi pada tingkat yang berbeda pada waktu yang berbeda. Jadi benar-benar terserah pada negara-negara untuk mempertimbangkan apa tindakan peringanan yang sesuai dengan mereka dengan memperhatikan situasi negara-negara itu sendiri."

Badan PBB itu, yang mengumumkan pandemi flu H1N1 pada 11 Juni, mengatakan pekan lalu, H1N1 dalah pandemi yang paling cepat bergerak dan sekarang tidak ada artinya untuk menghitung setiap kasus. Ia telah memberitahu negara-negara untuk berhenti melaporkan kasus perseorangan dan memusatkan perhatian pada tindakan peringanan serta mendeteksi pola penyakit yang luar biasa.

Sekitar 125.000 kasus yang telah dikonfirmasikan laboratorium telah dilaporkan di seluruh dunia sampai hari Selasa, Bhatiasevi mengatakan pada Reuters. Satu jaringan pakar independen sedang melakukan studi untuk memproyeksikan macam apa biaya yang efektif dan tindakan mitigasi yang bermanfaat yang negara-negara dapat laksanakan. WHO sedang mengkoordinasikan kelompok itu, yang terdiri atas para ahli matematika, epidemiologi dan virologi.

Virus flu baru itu dapat diobati dengan antiviral seperti Tamiflu-nya Roche Holding atau Relenza buatan GlaxoSmithKline, tapi banyak pasien sembuh tanpa perawatan medis. Beberapa pakar mengatakan sedikitnya 1 juta orang telah tertular virus flu babi di AS saja.

ONO
Sumber : Ant

Tuesday, July 21, 2009

MALAYSIA : Three New Influenza A (h1n1) Cases Reported

KUALA LUMPUR, July 19 (Bernama) -- Three new Influenza A (H1N1) cases were reported over the past 24 hours, bringing the total to 874. Of the number, 89 per cent or 775 patients have fully recovered.

Health Director-General Tan Sri Dr Mohd Ismail Merican said the three new cases comprised two imported, and a locally transmitted involving an eight-year-old child who was treated at the Sultanah Fatimah Specialist Hospital in Muar, Johor.

"The child, who is a contact to a case in Johor, is currently in stable condition," he said in a statement here Sunday.

Meanwhile, he said the imported cases involved a Malaysian who returned from Italy on July 11, and a housewife who returned from a holiday in Bandung and Jakarta, the following day.

On Saturday, the duo, who are asthmatic, were tested positive for H1N1, also known as swine flu. They are currently receiving treatment at the Tuanku Jaafar Hospital in Seremban, Negeri Sembilan and Serdang Hospital in Selangor, respectively.

Dr Mohd Ismail said the health ministry was currently in the mitigation phase to control the pandemic where the infection surveillance was focused on the number of patients admitted to hospitals and the influenza-like illness (ILI) cluster infection in the community.

He said, according to the World Health Organisation, 133,635 confirmed cases and 760 deaths due to H1N1 were reported in 153 countries, as at 8am today.

This indicated an increase of 7,331 cases and 69 deaths as compared to yesterday, he said.

Among countries which reported an increase in the number of cases were the United States (2,877 cases), Mexico (1,680), Chile (435), Spain (275) and Hong Kong (196).

-- BERNAMA

Masyarakat Dapat Mencegah Penularan Influenza A H1N1


Print E-mail
20 Jul 2009
Masyarakat mempunyai andil besar untuk ikut mencegah penularan influenza A H1N1, yaitu dengan perilaku hidup bersih dan sehat diantaranya mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. Apabila ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter.

Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya sangat rendah yakni 0,4%.

Hal itu disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes tentang perkembangan kasus di Indonesia sampai tanggal 20 Juli 2009. Untuk mencegah penyebarannya di Indonesia, upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan yaitu : penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR). Upaya lainnya berupa community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra. Hari ini (20/07/09) kasus positif influenza A H1N1 bertambah lagi 15 kasus (5 laki-laki dan 10 perempuan). Mereka berasal dari RS/Dinkes Jakarta 6 orang, RS/Dinkes Provinsi Banten 6 orang, RS/Dinkes Provinsi Jawa Timur 1 orang, dari RS/Dinkes Provinsi Jawa Tengah 1 orang, dan dari RS/Dinkes Sumatera Utara 1 orang. Lima di antara mereka memiliki riwayat pergi ke luar negeri yaitu ke Malaysia (1 orang), Amerika (2 orang), dan Singapura (2 orang), kata Prof. Tjandra. Dengan demikian, sampai tanggal 20 Juli 2009, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia berjumlah 172 orang terdiri dari 86 laki-laki dan 86 perempuan. Data kasus berdasarkan tanggal pengumuman yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus), 13 Juli (22 kasus), 14 Juli (26 kasus), 15 Juli (30 orang), dan tanggal 16 Juli (15 kasus). Tambahan kasus baru positif berasal dari RS/Dinkes Jakarta yaitu : JR (Pr, 42 th), DN (Pr, 27 th), IM (Pr), KK (Pr, 7 th), Sa (Pr, 32 th), dan FF (Pr, 22 th). Yang berasal dari RS/Dinkes Banten yaitu FH (Lk, 13), AH (Lk), SP (Lk, 17 th), MF (Lk, 17 th), MF (Lk, 14 th), dan YF (Pr, 16 th). Yang berasal dari RS/Dinkes Prov Sumut yaitu Ju (Pr, 31 th). Yang berasal dari RS/Dinkes Prov Jateng yaitu RH (Pr, 18 th). Yang berasal dari RS/Dinkes Prov Jatim yaitu EF (Pr, 18 th). Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.
Sumber : Depkes OL

Travel Notices - CDC Travelers' Health

MANTAN-MANTAN KEPALA KKP MEDAN